Rabu, 25 Mei 2022

Tate no Yuusha no Nariagari Light Novel Bahasa Indonesia Volume 11 : Side Story 1 - Jika Pagi itu Aku Tidak Lari dan Memutuskan Untuk Menghadapi Motoyasu yang Terus Menunggu di Penginapan....

 Volume 11

Side Story 1 - Jika Pagi itu Aku Tidak Lari dan Memutuskan Untuk Menghadapi Motoyasu yang Terus Menunggu di Penginapan....


“Hei, Babi jangan berisik terus! Pergi sana!”
“Ba-babi!? Bicara apa kau!?”

.... Si playboy Motoyasu mengutuk wanita di depannya.
Sekilas aku lihat, wanita di depannya memiliki tampang yang lumayan.

“Kita harus apa sekarang? Jika dia ada disana, kita tidak bisa keluar.” keluh Raphtalia.
“Filo, kau tanggung apa yang terjadi pada Motoyasu—”
“Tidak mau!”

Aku harus apa sekarang? Dia, Motoyasu terlihat sangat keras kepala. Namun, jika aku lari sekarang, maka ini tidak akan berakhir dengan baik.

“Kita tidak akan lari?” tanya Raphtalia.
“Jika kita lari, tidak akan ada perubahan juga.” jawabku.
“Benar juga....”

Untuk saat ini, sebaiknya aku mengajak dia bicara dulu.
Sekarang... aku ingin mengira dia hanya merasa mendapatkan harapan baru untuk hidup dari Filo dan bersemangat karenanya juga.

“Filo, jika kita lari sekarang menggunakan portal, apa yang akan terjadi pada keretamu?” tanyaku pada Filo.
“Ugh! .... Filo bisa merelakannya.” jawabnya.

Sebenci itukah dia? Ya pastinya dia tidak menyukainya.

“Oh, jadi tak apa jika Motoyasu menggosok pipinya lalu menjilat-jilat keretamu?”
“Kenapa jadi bilang itu?” kejut Raphtalia.
“Tidak mau!” balas Filo padaku.

Benar, dia pasti tidak mau itu terjadi.
Dia, Motoyasu menyebut Filo dengan sebutan Filo-tan, jadi bisa saja dia melakukan itu?

“Otakmu sudah gila? Sampai-sampai memanggil orang lain babi!”
“Sudah jangan bicara padaku, Babi! Menyengat sekali bau babi disini! Oh, penginapan ini hanya menerima babi sebagai pelanggannya!?”
“Huh? Ngomong apa sih kau-!”

Terdengar suara keras wanita itu di luar, yang semakin lama menjauh dan membuat tempat Motoyasu berada sunyi.
Kebisingan diluar sana berakhir dengan kepergian wanita itu?
Itu tidak benar....

“Hei segera lepaskan Ayah dan Filo-tan, Babi Tanuki!”

Motoyasu memulai kembali ketukan pintunya ke kamar kami.
Sungguh, aku tidak mau menghadapinya sekarang.
Kenapa ini bisa terjadi!?

“Oke, Filo bersiaplah.”
“Uh....”

Aku membulatkan tekadku dan membuka pintu.

“Wow! Ayah, akhirnya kau dibebaskan dari belenggu Babi Tanuki!”
“Aku tidak dibelenggu olehnya!”

Filo melihat semua ini dengan rasa penuh ketakutan, Motoyasu melihat dia dan berusaha melompat menerjang Filo yang berada di sebelahku.

“Filo-tan!”
“Tidak!”
“Air Strike Shield!”

Motoyasu menabrak perisai yang aku munculkan tepat di depan wajahnya, dia sampai terlempar.

“Filo-tan. Aku tersembuhkan oleh senyuman manismu, senyumanmu sudah seperti jelmaan matahari. Aku ingin kencan denganmu.”
“Tidak mau! Keretaku juga tidak akan kuberikan!”

Sekarang Filo hanya mengutarakan penolakannya saja. Tetapi, ini tidak ada bedanya dengan sebelumnya. Aku tidak tahu bagaimana logika bisa meluruskan semua ini, tapi aku masih perlu berusaha mengajak dia berbicara.

“Hei, Motoyasu, bukankah kau selalu hadir di depan wanita yang ingin kau goda? Dulu, apa yang kau lakukan demi mendapatkan Heroine?”
“Hero..ine? Tuan Naofumi, kenapa tiba-tiba bahas itu? Memangnya itu ada hubungannya....”

Aku putuskan untuk mengabaikan pertanyaan Raphtalia.
Motoyasu langsung mengerti apa maksud dari pertanyaanku, akalnya sehatnya kembali. Kemudian membalas, “Itu benar, sejauh ini aku hanya berfokus untuk menyampaikan perasaanku pada Filo-tan. Harusnya aku berusaha mengusai hatinya juga.”

Apa semuanya akan baik-baik saja jika diucapkan di depan orangnya langsung?
Sebelum aku menanyakan itu, Motoyasu merapikan rambutnya lalu memposisikan diri dengan pose setengah duduk dan meraih lengan Filo.

“Aku jatuh hati pada bulumu yang indah. Aku ingin kau menjadi kekasihku.”
“Tidak! Orang Tombak bilang bulu Filo jelek!”
“Apapun itu, aku mencintaimu, Filo-tan!”

Lalu, Motoyasu berusaha lompat dan menerjangnya lagi.
Filo merespons dengan menjadikanku perisainya.... Hei, menjadi penghalang terjangan orang sangat membuatku terkejut.

“Tuan Naofumi!”

Raphtalia melangkah maju dihadapanku untuk memberikan bantuan, melihat apa yang terjadi, Motoyasu mengubah raut wajahnya.

“Awas! Babi Tanuki! Sebab sifat monopolimu, ayah dan Filo-tan kena masalah!”
“Siapa yang kau sebut Babi Tanuki!”

Setelah mengatakan itu, sesuatu yang menyerupai niat membunuh bangkit dari dalam Raphtalia, itu membuatnya menghantam Motoyasu dengan sarung pedang sekuat tenaga.
Wow... lantai kayunya ikut rusak. Sedangkan Motoyasu terkapar dibawah.
<TLN: Motoyasu nggak sampai jatuh ke lantai bawah>

“Terima kasih, Onee-chan!”

Jarang sekali bagi Filo memberikan ucapan terima kasih pada Raphtalia.

“... Hmm, apa ya.... aku merasa aneh, jarang sekali kau mengucapkan terima kasih padaku, Filo.”

Aku sependapat dengannya. Mereka memang akur, tapi jarang sekali bagi mereka saling terbuka.

“AH!”

Motoyasu bangkit dari bawah, wajahnya menghadap ke atas sebelum akhirnya dia memperbaiki posisi badannya untuk berdiri tegak, lalu dia melihat Raphtalia.

“Astaga! Ternyata kau adalah kakak Filo-tan!”
“Apa?”

Apa yang dia katakan? Setelah mengoceh memanggil Raphtalia babi?
Setelah itu, Motoyasu memposisikan diri seperti sebelumnya, yaitu setengah duduk dan meraih lengan Raphtalia. Sama seperti saat dia menembak Filo.

“Ya kakak, hari ini suasana hatimu pasti sangat menyenangkan, apalagi di hari yang penuh kebahagiaan ini. Aku mohon untuk menerimaku, Motoyasu sebagai saudaramu.”
“Suasana hatiku sedang tidak baik! Kau... kau ini kenapa?”

Wow, dia mengubah sifatnya secepat itu, seperti dia berusaha meminta restu dari Raphtalia? Sepertinya dia mengira mereka adalah kakak adik.
Ya... dari pandanganku, mereka berdua sudah seperti anakku sendiri. Tapi jika diperhatikan, manusia bisa berubah secepat ini hanya karena cinta?
Dengan kata lain, aku terkesan pada Motoyasu.

Lalu, apa yang harus aku lakukan sekarang?
Kesimpulannya, Motoyasu adalah orang yang akan gila cinta...
Aku tidak tahu tindakan apalagi yang akan dia lakukan.




TL: Bajatsu
EDITOR: Hantu

0 komentar:

Posting Komentar