Sabtu, 23 Mei 2020

Maou-sama, Retry! Web Novel Bahasa Indonesia : Chapter 16. Menuju Holy Capital

Chapter 16. Menuju Holy Capital


"Yukikaze, apakah kau sudah siap?"( ??? )

Sambil mengatakan ini, wanita itu menarik pedang di punggungnya. Pedang panjang yang sulit diangkat oleh manusia biasa.

Pedang itu memiliki banyak kristal sihir yang tertanam di dalamnya, tetapi efeknya bukan mengurangi berat, melainkan, semua kristal itu menambah berat — demi meningkatkan kekuatan serangan.

Tubuhnya ditutupi oleh jubah cokelat tebal, tetapi kulitnya berwarna cokelat yang cocok untuk negara beriklim panas. Mungkin untuk membuatnya mudah bergerak, dia memiliki gaya rambut pendek, dan dari penampilannya, dia memberi kesan bahwa dia adalah gadis yang energik.

Rambut dan matanya merah menyala.

Nama gadis itu adalah Mikan.

Dia memiliki mata yang tajam, tetapi penampilannya cukup untuk masuk kategori cantik.

Dia adalah petualang terkenal sehingga tidak ada seorang pun di Holy Light Kingdom yang tidak mengenalnya.

“... Aku bisa menyerang kapan saja. Atau lebih tepatnya, aku menyerang terlalu awal." (Yukikaze)

Penyihir menawan bernama Yukikaze menjawab dari balik punggungnya dengan kata-kata aneh.

Sesuai dengan namanya, rambut dan matanya putih.

Dia mengenakan jubah hitam dan topi segitiga yang biasanya digunakan penyihir, tapi matanya tampak seperti mengantuk.

"Kau ... tolong lakukan ini dengan serius." (Mikan)

"... Aku selalu melakukannya dengan serius." (Yukikaze)

"Tetapi suaramu aneh." (Mikan)

"Itu tidak benar. Ini pasti karena orang yang mendengar suaraku sangat mendambakannya. ” (Yukikaze)

Suara Yukikaze sangat tenang dan tampak mengantuk, tetapi terdengar sangat imut seperti lonceng.

Popularitasnya di Holy Light Kingdom sangat luar biasa, bahkan seperti idola.

Dia berusia 15 tahun, dan penampilannya yang menawan itu tidak bisa berhenti meraih hati pria ——— walaupun dia pria.
<EDN: Damn, trap is here. FBI-san>

"Aku mendengar bahwa ada beberapa Sand Wolf di sekitar sini, tapi ..." (Mikan)

"... Panas, jadi pengap di sekitar oppaiku." (Yukikaze)

"Tapi kau tidak punya oppai ... Agh, apakah kita tidak bisa melakukan percakapan dengan benar!" (Mikan)

“Mikan, apakah matamu berfungsi? Oppaiku hanya bisa dilihat oleh hati yang murni. ” (Yukikaze)

Mikan menggaruk kepalanya dengan liar dan mengabaikan kata-katanya itu.

Ini adalah percakapan biasa di antara keduanya.

Ngomong-ngomong, Sand Wold adalah monster yang cukup kuat bahkan sendirian, jadi ketika mereka berkelompok, kekuatan mereka meningkat secara eksplosif, dan menjadi sangat berbahaya.

Jika mereka sudah kelaparan, mereka akan menjadi ganas sampai-sampai mereka bahkan akan menyerang permukiman bertembok tanpa menahan diri, dan jika sebuah desa yang tidak siap diserang oleh sekelompok monster ini, mereka akan tamat dalam waktu kurang dari satu hari.

Itu sebabnya monster itu harus ditangani pada saat jumlahnya ' masih sedikit '.

Saat mereka akhirnya tiba di tempat di mana dilaporkan ada sekelompok monster ini terlihat, mereka terdiam membeku.

Apa yang tercermin di mata mereka bukanlah sekelompok monster, melainkan pasukan Sand Wolf.

■ ■ □□ ■■ □□   

"Tidak mungkin tidak mungkin! Itu tidak mungkin bisa kita hadapi! ” (Mikan)

“... Aku tidak bisa melawan sebanyak itu. Aku hanya punya satu tubuh dan satu lubang." (Yukikaze)

"Apa yang kau katakan di saat seperti ini?!" (Mikan)

Aku melihat dua orang yang berisik dan akhirnya tertawa.

Tetapi melihat jumlah serigala yang mengejar keduanya, wajahku menjadi pucat.

(Apa itu?! Bukankah itu terlalu banyak?!) (Maou-sama)

Keringat dingin mengalir di wajahku yang tertawa beberapa saat yang lalu.

Bahkan rokok yang ada di mulut ku jatuh ke tanah dan di atas semua itu, tubuhku gemetaran.

Tidak peduli seberapa kuat penghalang yang kumiliki, aku tidak bisa menahan rasa takut pada monster sebanyak itu.

(Ada berapa ratus? ... Atau lebih tepatnya, mereka benar-benar memancing monster itu kesini!) (Maou-sama)

Ini adalah sesuatu yang terkadang terlihat di tempat-tempat seperti MMO.

Situasi tragis di mana Kau melarikan diri dari musuh, banyak musuh mengejarmu, dan pada akhirnya, Kau bahkan menyeret orang yang tidak terlibat ke dalamnya. Tidak peduli apakah ada niat jahat atau tidak, kau pasti akan dianggap menyedihkan.

"Orang yang disana, lari!" (Mikan)

"... Oji-san tua yang keren di sana, aku menyerahkan sisanya padamu. Aku tidak akan mengambil tulangmu. "(Yukikaze)

(Jangan bercanda! Kalian berdua harus bertanggung jawab dan dimakan!) (Maou-sama)

Aku hampir secara refleks berteriak keras, tapi aku berhasil menahan diri.

Jika aku melarikan diri dari sini, Aku mungkin membawa bahaya bagi Aku-chan. Luna ... yah, siapa peduli apa yang terjadi padanya.

(T-Tidak apa-apa ... Aku bisa melakukannya. Aku seseorang yang bisa melakukannya jika mencoba!) (Maou-sama)

Dia mati-matian melantunkan sihir dikepalanya dan menyemangati dirinya sendiri.

Aku memiliki penghalang, jadi itu akan baik-baik saja. Baik, baik ... baik saja, kan?

Tetapi di dalam game, itu hanya aktif saat melawan manusia ...

Tidak, aku serius mengandalkanmu, oke ?!

Aku menarik napas dalam-dalam dan tenang. Mengingat karakter Kunai Hakuto dalam ingatanku, aku mencoba untuk menirunya dengan sempurna, dan berbicara.

"Bodoh. Mengapa harus melarikan diri dari binatang buas seperti itu? " (Maou-sama)

Aku melihat keduanya yang melarikan diri, dan mengatakan ini seolah-olah aku mengatakannya pada diriku sendiri.

Bahkan jika itu kebohongan, mengatakannya dengan lantang membuatku berani. Tubuh makhluk hidup benar-benar sesuatu yang misterius.

"Aku-chan, Luna, jangan bergerak dari kereta." (Maou-sama)

Aku berdiri di depan pasukan yang mendekat, dan ketika barisan pertama di garis depan melompat ke arahku, aku tanpa sengaja menutup mataku dan merapatkan gigiku ... tapi sebelum taring itu mencapaiku, suara listrik berdering, dan serigala di depan mataku terbunuh.

Kebahagiaan berangsur-angsur keluar di seluruh tubuhku ...

(Aku menang ... Sudah berakhir!) (Maou)

Aku ingin mengepalkan tangan, tetapi tanpa menunjukkan perasaan seperti itu di luar, aku menyalakan rokok dengan sikap acuh tak acuh.

Keduanya mungkin melihatnya dari kereta, jadi aku ingin bertindak sekeren mungkin. Itu adalah sifat pria.

“Kau telah menunjukkan taringmu padaku. Bahkan melawan binatang buas, aku tidak akan menunjukkan belas kasihan. " (Maou-sama)

Ini peluang bagus. Mari kita gunakan monster ini untuk latihan skill.

Aku belum memiliki kesempatan untuk bertarung dengan baik.

"Sekarang, hembuskan napas terakhirmu dengan tanganku, [First Skill: Assault]." (Maou-sama)

Pisau dilemparkan dengan kecepatan yang tidak bisa ditangkap mata dan menusuk beberapa serigala. Pada saat itu, tubuhku bergerak maju dengan kecepatan tinggi.

(Luar biasa ...!) (Maou-sama)

Pemandangannya tampak seperti mengalir dalam gerakan lambat, dan rasanya seolah aku satu-satunya yang bergerak di dunia yang terhenti ini.

Kegembiraanku meningkat dan aku benar-benar menyukainya.

“Matamu yang rendah tidak memiliki kualifikasi untuk mencerminkan sosokku! [Second Skill: Blind]!” (Maou-sama)

Tangan kananku bergerak seperti elang dan menggambar garis lurus.

Mata serigala di sekitarku terpotong satu demi satu, dan juga tangan kiriku menyebarkan partikel.

Ini adalah blind type vision Grand Empire yang bertahan selama beberapa puluh detik. Serigala mengeluarkan auman kebingungan, dan akhirnya berbalik lalu melarikan diri.

- Apakah kau tidak tahu?

"Kau tidak bisa melarikan diri dari Raja Iblis. [Third Skill: Thunderclap]. " (Maou-sama)

Pisau yang kupegang di tangan kananku melepaskan listrik yang tidak teratur, dan setiap kali melewatinya, pisau itu membelah serigala yang tak terhitung jumlahnya. Saat kekuatan terakhir dikumpulkan di pisau dan aku melemparkannya, pisau yang menancap di tengah pasukan monster itu menciptakan gelombang kejut, dan pada saat yang sama, api raksasa meledak dengan keras.

Sejumlah serigala yang tak terhitung jumlahnya terperangkap dalam api dan segera berubah menjadi abu.

Pada saat kuperhatikan, hampir 300 telah musnah, dan 5 sisanya mencoba menyembunyikan ketakutan mereka, mereka mati-matian mengeluarkan auman.

“Pada akhirnya, kau adalah binatang buas. Ini tidak cukup untuk membuatku berkeringat. ” (Maou-sama)

Menghembuskan asap rokok, aku mengucapkan kata-kata sombong.

Aku agak berlebihan bermain peran Raja Iblis tadi, tapi aku merasa seperti berhasil melepaskan stresku dari kejadian kemarin. Aku merasa segar sekarang.

“Sudahkah kau belajar betapa kecilnya keberadaanmu? Pergilah. " (Maou-sama)

Dengan kata-kata itu,sisa serigala terbirit-birit melarikan diri.

Aku cukup melepas stress tadi, jadi tidak perlu mengejar mereka.

Aku tidak ingin disebut sebagai pelaku pembantaian binatang karena membunuh terlalu banyak.

■ ■ □□ ■■ □□  

"Itu adalah Raja Iblis yang dirumorkan itu?!" (Mikan)

Seluruh tubuh Mikan gemetar karena pembantaian sepihak yang terjadi di depannya.

Itu bukan pertempuran, tidak diragukan lagi itu adalah pembantaian.

Dia tidak tahu mengapa, tetapi untuk beberapa alasan taring serigala bahkan tidak dapat mengenai Raja iblis seolah-olah itu telah diblokir oleh dinding. Itu terlalu abnormal.

Selain itu, ia menyebut dirinya 'Raja Iblis'!

"Oji-sama, begitu keren ... Pantatku mulai panas." (Yukikaze)
<EDN: You, homo. Oji-sama itu paman>

Yukikaze sedang menonton pembantaian satu sisi yang berlangsung di depannya dan pantatnya memanas karenanya.

Itu benar, itu bukan pertempuran, itu pemerkosaan.

Taring Sand Wolf tidak bisa mencapai Oji-sama seolah-olah itu telah diblokir oleh dinding, tapi aku akan menunjukkan bahwa aku mampu menembus dinding apa pun.

Bahkan jika itu adalah dinding gender.
<EDN: Ehm, yukikaze-kun.>

"Itu keberadaan yang berbahaya!" (Mikan)

"Itu benar. Dia memang berbahaya. Aku merasa kesucianku akan tertusuk." (Yukikaze)

"Kita harus pergi ke Holy Capital dan memberi tahu mereka!" (Mikan)

"Aku harus pergi ke Holy Capital dan membersihkan tubuhku." (Yukikaze)

Perkataan keduanya tidak cocok, tapi itu sudah biasa.

Di sisi lain, Aku-chan juga meneriakkan suara kegembiraan saat dia melihat pertempuran.

“Maou-sama luar biasa! Dadaku berdetak kencang.” (Aku-chan)

Aku-chan meletakkan tangan di dadanya dan menutup matanya perlahan.

Jika dia terus hidup dengan cara itu, dia akan mati. Dia adalah orang yang menyelamatkannya.

Orang yang selalu melindunginya.

Bahkan jika orang itu adalah eksistensi yang sangat jahat, dia tidak bisa meninggalkan sisi orang itu.

Bahkan jika seluruh dunia menjadi musuh mereka.

“Apakah kalian berdua baik-baik saja? Terutama kau, Luna. ” (Maou-sama)

Maou kembali ke kereta dan duduk dengan nyaman.

Luna sudah berganti pakaian dengan blazer dan penampilannya benar-benar hebat. Hanya dari penampilannya saja, kau bisa menyebut dia wanita kelas atas.

Luna tampaknya khawatir tentang roknya, wajahnya memerah dan dia mengeluarkan suara bernada tinggi.

"K-Kau melakukannya dengan cukup baik ... Tetap melindungiku dengan cara itu." (Luna)

"Aku tidak benar-benar melindungimu ..." (Maou-sama)

"L-Lebih penting lagi, ada sesuatu yang harus kau katakan di saat seperti ini, kan?!" (Luna)

Maou mendesah dalam benaknya pada kata-kata itu.

Dia sudah dewasa.

Dia setidaknya tahu apa yang harus dikatakannya kepada seorang wanita ketika dia mengenakan pakaian baru.

“Yah, kupikir itu terlihat bagus untukmu. Tidak, jujur saja, itu terlihat cukup baik. " (Maou-sama)

"T-Tentu saja ... Seorang wanita di levelku terlihat bagus dalam segala hal!" (Luna)

Luna mengatakan ini dengan gembira sambil membusungkan dadanya yang datar.

Tapi 'ehehe ... aku berhasil' yang dia gumamkan tidak luput dari telinga Maou. Indera pendengarannya sangat tinggi, jadi tidak ada kemungkinan dia tidak mendengarnya.

Dia adalah pria yang tidak bisa melakukan peran protagonis tuli dengan benar.

■■ □□ ■■ □□  

"Aah, anjing-anjing yang kucoba kumpulkan sekarang sudah pergi."(???)

Melihat kereta yang mulai bergerak, seorang gadis bergumam pelan.

Kepalanya memiliki telinga binatang, dan tangannya memiliki cakar harimau yang lucu.

Beastkin yang berlevel cukup tinggi.

"Tapi aku telah menemukan sesuatu yang lebih luar biasa daripada anjing-anjing." (???)

Wajah gadis itu bahkan memiliki pola seperti harimau dan wajahnya imut, tetapi kekuatan tubuhnya benar-benar seperti monster.

Dan pada kenyataannya, dibelakangnya ada monster yang disebut Shield Liger yang bahkan tidak bisa dibandingkan dengan Sand Wolf sedang menundukkan kepalanya, mematuhinya.

Hanya dengan itu, Holy Light Kingdom akan dipaksa untuk mengeluarkan regu ksatria.

"Apakah manusia itu benar-benar Raja Iblis? Jika itu masalahnya, apakah dia penguasa ras iblis? Kenapa dia bersama manusia? Kenapa dia bersama dengan Gadis Suci? ”(???)

Pikirannya keluar dari mulutnya, cocok dengan penampilan mudanya.

Tapi untuknya ... tidak, untuk beastkin, itu sesuatu yang penting. Wilayah Beastkin berbatasan dengan wilayah ras Iblis, jadi mereka sudah lama berperang.

"Tidak peduli masalahnya, itu akan buruk jika dia pergi ke wilayah Iblis." (???)

Tidak ada yang bisa menghentikan pikirannya.

Dia berspesialisasi dalam menggerakkan tubuhnya dan tidak pandai berpikir.

"Tapi manusia itu mungkin bisa menang melawan mereka ..." (???)

Gadis itu bergumam, dan kemudian mengendarai punggung monster itu. Monster itu lari tanpa perlu perintah, dan dalam sekejap sosok mereka sudah tidak terlihat lagi.

-

Setelah beberapa saat, kelompok itu akhirnya mendekati Holy Capital.

Pertemuan dan masalah baru akan menunggu mereka di sana.

Maou-sama, Aku-chan, dan Gadis Suci; dan juga Dragonewt silver yang rumornya terus menyebar, dan para Satanist.

Kekacauan yang akan menyebabkan Maou akhirnya akan mencapai tahap di mana ia akan mengguncang seluruh negara.


PREVIOUS CHAPTER     ToC     NEXT CHAPTER


TL: Sky_
EDITOR: Isekai-Chan
Proofreader: LLENN

0 komentar:

Posting Komentar