Jumat, 15 Mei 2020

Tate no Yuusha no Nariagari Web Novel Bahasa Indonesia : Chapter 121. Pesan Dari Hero

Chapter 121. Pesan Dari Hero


“Untung sekali kita bisa menaiki Reiki, tapi.....”

Tanah disini penuh dengan getaran. Atau lebih tepatnya, Reiki sedang berjalan kembali.
Ya, kepalanya tidak bisa memutar sampai ke punggungnya, jadi Reiki tidak bisa menyerang punggungnya.
Aku mengecek daerah sekitarku.
Tempat kita mendarat berdekatan dengan sebuah kota yang hancur.
Bangunannya memiliki ciri khas Cina. Itu mungkin karena Reiki membawa Gunung Kunlun Cina dipunggungnya.

“Filo, apa kau tahu dimana Pasukan Anti Reiki?”
“Hmm.... mungkin.... disebelah sana?”

Filo menunjukkan ke arah gunung didepan kota ini.
Arahnya menunjukkan belakang punggung Reiki, mungkin dia benar.

“Sekarang, ayo kita pergi dari kota ini lalu bergabung dengan mereka.”
“Iya!”

Aku menaiki Filo, lalu pergi dari kota yang hancur ini.
.... di kota yang hancur ini terdapat banyak mayat yang tergeletak. Kemungkinan besar yang membuat mereka mati adalah serangan Familiar Reiki.
Ini semua.... berawal dari para hero bodoh itu.
Apa yang membuat mereka melakukan hal seperti itu....
Baunya tidak membuat hidungku terluka, tapi membuatku merasa mual.

“Goshujin-sama, pegangan yang erat pada Firo ya.”
“Iya.”

Filo lari sambil menendang Familiar Reiki yang berbentuk Gorila dan ada juga yang mirip Yeti.
Sepanjang perjalanan, muncul Familiar yang bentuknya seperti bola mata yang melayang dan kelelawar yang sebelumnya menembakkan sinar laser juga ikut muncul dengan kekuatan yang lebih kuat.
Tetapi, aku tetap bisa menahan serangannya dan Filo yang menghabisinya.
Dan kita masih belum keluar dari kota yang hancur ini.

....Dari tadi, kita terus melihat mayat tergeletak.
Ketika memikirkan itu, aku melihat sesosok seseorang.
Aku mengecek sosok tersebut, mungkin saja dia merupakan salah satu dari Pasukan Anti Reiki yang naik punggung Reiki juga, tapi.....
Setelah aku pastikan, dia itu mayat hidup yang bergerak di punggung kura-kura ini.

“Walaupun sudah mati, kau akan dikendalikan olehnya....ya.”

Hal seperti ini hanya pernah aku lihat dalam game zombie saja. Tapi kenyataannya, melawan mereka sambil melihat wajah keriputnya saja sudah sangat menjijikkan.
Undead yang pernah aku temui hanya Skeleton saja. Sepertinya sangat sulit untuk menemukan Undead yang masih memiliki daging pada tubuhnya.
Sebaiknya jangan sampai terjadi....
Satu anak zombie muncul, dan Filo menahannya dengan tendangannya.

“Apa mau kita lewati saja?”

Filo terlihat bisa memakan manusia akan tetap ragu untuk menendang anak zombie.

“..Iya. Maaf ya Goshujin-sama.”

Dengan kekuatan yang besar, Filo menendang zombie disana.
Apabila mereka akan dikendalikan Reiki, maka akan lebih baik untuk mereka meninggal tanpa meninggalkan bekas.
Itu hanya pemikiranku saja.

“Zombie tadi... hampir mirip dengan Mel-chan.”

Yang bersangkutan ada di istana, mungkin Filo terlalu memikirkannya.
Aku tidak dapat melihat kesamaan zombie tadi dengan Melty.

“Kenapa zombie kecil tadi melakukan hal seperti itu?”

Filo melihat kebawah dan bergumam pada Reiki.
Itu ada benarnya. Itu tidak mengerti apa tujuan Reiki.
Dia tidak memakan apapun, tapi membuat yang terbunuh berjalan kembali.
Tujuannya sudah seperti membunuh dirinya sendiri....

“Ayo kita cepat bergabung kembali dengan Oneechan.”
“Iya...huh?”

Terlihat sebuah bangunan yang bentuknya seperti kuil.
Arsitekturnya tidak sama dengan yang ada di daerah timur. Jika aku lihat dengan baik, kuil ini hampir sama dengan yang ada di Yunani.
Ketika melihat ini, pasti ada sebuah petunjuk. Insting gamer tidak akan membahayakan.

“Coba kita menuju bangunan itu dulu.”
“Iya~”

Aku melihat isi dalam kuil itu.
Setengah bangunannya sudah hancur, mungkin itu karena Reiki telah berjalan dalam waktu yang lama.
Apa ini kuil yang dihancurkan oleh Hero lain.... memangnya patung itu ada disini?
Sambil memikirkan itu, Aku mencari informasi dari dalam kuil.... tapi, Aku hanya menemukan prasasti bergambar mengenai Reiki saja.
Harusnya aku mendengarkan penjelasan dari Ratu dengan baik.
Apa aku melakukan hal yang tidak berguna.

“Ini kan.....!”

Aku menemukan sebuah tulisan dari prasasti disana.
Ini tulisan Jepang. 
<TLN: sudah ditranslate kedalam bahasa Indonesia jadi jangan khawatir.>

“Apaan ini....”

Jika ada orang Jepang yang dipanggil ・gi, maka setelah membaca ini, ing・lah ini den・n baik.
Se・rapa kuat segel yang ・mi pasang pada mon・er ini, s・tu saat ・tujuh S・gel m・ta p・ti akan terpecahkan.
Setelah kami mencari tujuan utamanya, tujuannya ・・・・・・・・・・・ yang berarti・・・ dunia.
Aku moh・, jang・ menghancurkan segelnya tanpa alasan.
Korban jiwa yang banyak ini bisa dibilang untuk kebaikan dunia.
Dibalik semua itu ada bayaran besar untuk kami.
Tetapi.... jangan sam・i ge・bah. Bila a-a orang angkuh yang ・・・・・・ dan ingin segera mengakhiri ・・・・・, us・akan untuk mengalahkan ini d-mi orang-orang.
B--ikut cara mengalahkan mo・ter ini,・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・・.
Dari ・・・ Keiichi, ・delapan ・・・wan ・・・.


.....Kalimat ini penuh dengan retakan, cukup sulit untuk membacanya.
Jika disambung-sambungkan maka Aku bisa mengerti isi kalimatnya.
Suatu saat Ketujuh Segel Mata pasti akan terpecahkan. Mungkin itu maksudnya.
Tidak ada kata yang cocok untuk Jam Pasir Biru. Jangan bilang, waktu penyegelan dan waktu terpecahkannya sudah diperhitungkan?
Aku kecewa dengan bagian tujuannya itu sangat tidak bisa dibaca.
Korban jiwa ini untuk kebaikan dunia? Aku tidak mengerti pemikiran Hero zaman dahulu.

Ini itu bukan Anime atau Manga, jadi mengapa ada informasi yang tidak diperlukan tertulis disana.
Sepertinya, ini sudah sangat lama ditinggalkan, Aku tidak bisa mengeluh karena ketidakpuasan ini.
Yang Aku tahu pasti hanya nama itu saja.
Aku tidak tahu marganya, tapi Keiichi itu merupakan nama dari seorang Hero terdahulu.

Retakan ini berasal dari Reiki, dan ini sudah berumur sangat lama, Aku juga tidak tahu orang yang meninggalkan ini.
Kemungkinan besar aku dan dia itu berasal dari Jepang yang berbeda.
Aku tidak tahu sudah berapa abad prasasti ini dibuat, atau mungkin karena penyatuan dunia membuat waktunya tidak beraturan. 
<TLN: dunia asli mereka ya bukan dunia lain>
Sebagai contohnya Ren, waktunya sangat berbeda jauh dengan kami, jadi apa gunanya memikirkan zaman yang berbeda ini.

Tetapi, delapan apa? Ini mungkin ada maksud lain, tapi sudah sangat retak jadi aku tidak bisa membacanya.
Hmmm....

“Goshujin-sama, bisa membaca ini?”
“Kurang lebih.”
“Hmm.... tulisan ini terlihat sangat berbeda.”
“Memang benar, ini bukan tulisan yang digunakan Melromarc.”

Ngomong-ngomong, setiap negara disini memiliki bahasa dan penulisan huruf yang berbeda.
Perisai ini bisa menerjemahkan semua bahasa yang ada, tetapi untuk tulisan itu....

“Sepertinya sudah tidak ada yang bisa kita cari tahu dari sini, ayo kita pergi.”
“Ya~!”

Kita meninggalkan kuil itu lalu menuju gunung.

“Ukh... sepertinya akan sangat sulit untuk mencari Raphtalia dan pasukan kita.”

Kita mulai memasuki wilayah pegunungan dan menuju Reiki melalui punggung belakangnya.
Bagian atas gunungnya terlihat seperti gunung yang berada di Cina, tapi di kaki gunungnya dipenuhi oleh hutan rimba, Aku tidak bisa menemukan Pasukan Anti Reiki disana.
Menurut legenda, kita harus masuk kedalam tubuhnya melalui gua, menurutku Pasukan Anti Reiki sedang mencari keberadaan gua itu.
Jika dipikirkan lagi, mungkin saja dikota itu ada gua yang sedang kita cari.
Lalu, di manakah para Hero itu berada?
Kuharap mereka tidak sedang bertarung didalamnya ya. Mungkin saja mereka tersesat.
Ini sudah tiga hari berlalu? Cepat keluar lah.

“Filo, apa kau tahu dimana mereka?”
“Hmm, disana.”

Aku membiarkan Filo yang menjadi petunjuk arah diperjalanan menuju gunung.
Saat ini, sangat baik untuk mengandalkan insting liar.

“Oh?”

Kita menemukan mayat baru. Dari bajunya dia merupakan anggota Pasukan Anti Reiki.
Semakin lama kita melaju, semakin banyak mayat ksatria tergeletak dimana-mana.

“Ayo, kita harus cepat sambil mengikuti ini.”
“Iya~!”

Tak lama setelah kita lari dengan kecepatan penuh, akhirnya kita melihat Pasukan Anti Reiki sedang bertarung.
Karena jumlah mereka yang banyak, bukan berati mereka mudah ditemukan.
Raphtalia berada didepan sedang melawan Familiar Reiki. Di belakangnya ada orang handal yang ikut bertarung bersamanya.
Rishia berada dibelakang memberikan mantra pendukung.
Tetapi, ada banyak orang yang gugur dalam pertarungan melawan Familiar ini.

“Baiklah Filo, bantu mereka!”
“Ya~!”

Dengan cepat Filo lari dan menendang Familiar yang sedang dilawan oleh Raphtalia.

“Naofumi-sama!”
“Yo, akhirnya kita bergabung kembali. Bagaimana keadaannya?”
“Kita sedang mencari gua itu.”
“Masih belum ditemukan ya?”
“Menurut salah satu anggota Pasukan Anti Reiki, pergerakan Reiki ini membuat kita sulit menemukan gua itu dengan sihir.”
“Hmm...”

Dalam pertarungan sengit antara Pasukan Anti Reiki dengan Familiar Reiki, Aku harus membawa mereka sampai ke jantungnya.....
Dengan jumlah Familiar sebanyak ini akan memakan waktu yang lama..... itu cukup menyulitkan.
Ketika aku memikirkan itu, ada sebuah unit baru bergabung, lalu mereka mendatangiku.

“Kita telah menemukan jalur menuju gua yang sedang kita tuju. Gua itu sesuai dengan Gua Reiki dalam legenda.”

Lalu dia menunjuk arah sisi gunung. Setelah dilihat dengan baik, memang benar disana ada sebuah gua.

“Kerja bagus. Aku yang memimpin didepan. Ayo!”
“Siap!”
“Pasukan! Ikuti jejak kaki Hero Perisai-sama!”
“““Laksanakan!”””

Selagi kami mengalahkan Familiar, kami terus melanjutkan perjalanan sampai gua.




TL: Bajatsu
EDITOR: Isekai-Chan 

0 komentar:

Posting Komentar