Minggu, 07 Juli 2019

Tate no Yuusha no Nariagari Light Novel Bahasa Indonesia Volume 6 : Chapter 15 - Roh Kura-kura

 Volume 6
Chapter 15 - Roh Kura-kura


"Dia terlihat sangat besar setelah kau mendekatinya."

Kura-kura raksasa itu ada di hadapan kami, maju selangkah demi selangkah.

Ketika kakinya menyentuh tanah, gempa bumi terjadi. Itu menggetarkan hingga ke tulangku.

"Tentu saja."

"Itu membuatku ingin melarikan diri."

"Aku tahu bagaimana perasaanmu."

Sebulan yang lalu, aku melakukan semua yang kubisa untuk mencoba dan bersaing dengan pahlawan lainnya. Sekarang aku berhadapan dengan musuh yang tidak bisa mereka kalahkan.

Ini adalah ujian sesungguhnya. Jika situasinya tidak bisa ditangani, kita harus mundur.
Itu tidak akan menyakitiku. Jika itu pada akhirnya akan menyelamatkan dunia — bukannya aku ada di pihak Fitoria di sini — itu selalu bisa menjadi pilihan terakhir.

Aku tidak menyiapkannya untuk berhadapan dengan Spirit Tortoise, tetapi aku maju ke depan dan beralih ke perisai tempur terkuat yang kumiliki.


Whale Magic Core Shield (awakened) +6 
45/45 SR: abilities unlocked: equip bonus 
Skill “bubble shield”: 
-Naval combat ability 2: special effects: water element 
-Heat beam shield (medium) 
-Magic assistance 
-Magic recovery (small) 
-Underwater time increase: mastery

Level 65: item enchantment level 6 
Fire resistance up 15%: karmapengu familiar spirit 
Water element equipment abilities up: statusenchantment 
Magic defense up 25


Kemampuan yang dimiliki perisai Paus Inter-Dimensi (Inter-Dimensional Whale) akhirnya malah menjadi lebih baik daripada Perisai Pemakan Jiwa (Soul Eater Shield).

Paus itu telah menggunakan serangan sinar panas (Heat Beam) dan menembaknya dari organ berbentuk kristal bulat. Jadi perisai itu seperti kristal setengah lingkaran dan serangan baliknya adalah Heat beam yang sama.

Itu juga merupakan perisai tipe elemen air, jadi aku mengharapkannya untuk bertahan dengan baik terhadap serangan tipe api dan air.

Aku hanya dapat menjelaskan hal itu dari pengetahuan game yang pernah kumainkan, tetapi itu berarti bahwa serangan air tidak bekerja dengan baik terhadap musuh berbasis api dan sebaliknya. Beberapa game memiliki efek elemental seperti itu.

Jika aku memiliki sejumlah perisai dengan elemen yang berbeda untuk dipilih, maka aku secara teoritis dapat memilih perisai dengan elemen terbaik untuk pertempuran melawan setiap musuh tertentu.

Bantuan magic dan efek pemulihan magic akan membuatnya lebih mudah untuk mengeluarkan Spell yang boros magic.

Dan jika kekuatan magicku diisi ulang, itu akan jauh lebih mudah daripada mencoba menggunakan Soul Eater Shield untuk memulihkan energi yang hilang.

"Itu adalah seekor kura-kura yang besar."

“Fehhhhhh! Tuan Itsuki! ”

Kura-kura itu dikelilingi oleh awan monster Servant yang menyerupai kelelawar.

Itu benar — sekarang kita tahu nama musuh yang sebenarnya, aku bisa melihat nama asli monster Servant itu.

“Shooting Star Shield!”

Aku mengerahkan dinding penghalang dan mendorong Rishia ke belakangku.

"Hate Reaction (Reaksi kebencian)!"

Aku menggunakan skill yang membuat semua monster di area itu terfokus padaku.

Semua makhluk seperti kelelawar merespons dengan meyerang ke arahku secara bersamaan, sambil menembakkan sinar panas dari mata mereka.

Ada begitu banyak dari mereka. Ketika mereka menukik turun kearah kami, mereka menghalangi matahari.

Aku bisa mendengar suara penghalang Shooting Star mulai retak.

Itu belum akan pecah, tapi pastinya terus menerima serangan.

"Serahkan padaku! Hai-yaaaa!”

Wanita tua itu melompat keluar dari penghalang. Dia berputar seperti gasing, menendang apa pun yang menghalangi jalannya.

Tornado terbentuk di sekitarnya dan menghempaskan familiar kura-kura.

“Kamu tidak bisa mengambil semua kesenangan ini! Hya! ”

Eclair memegang pedangnya, mengisinya dengan magic. Lalu dia menggunakan ujung pedangnya untuk menggambar tanda "X" di udara.

Tanda tersebut tetap mengambang udara, bercahaya, lalu terbang ke musuh.

Tetapi ada terlalu banyak dari mereka untuk dikalahkan oleh serangan wanita tua itu. Setiap monster yang dia pukul telah kalah, tetapi masih ada banyak yang tersisa.

Tapi dia dengan cepat menggunakan serangan itu lagi. Kalau dipikir-pikir, serangannya mungkin tidak memiliki waktu-jeda, seperti yang dilakukan para pahlawan. Jikapun ada, itu pasti sangat singkat.

Itu serangan yang bagus. Aku tidak tahu apakah itu memiliki level, tetapi jika kau sudah menggunakannya dari level satu, itu mungkin bisa menjadi sangat kuat.

Jika kita berhasil keluar dari pertempuran ini dan masih punya cukup waktu, aku akan dengan senang hati menjadikannya budakku.

Aku hampir tidak percaya proses pemikiranku sendiri. Saat aku menemukan seorang petarung yang lebih kuat, aku ingin mereka menjadi budakku.

Jika aku mengatakan itu dengan keras, seseorang mungkin akan menamparku.

Jika mereka berdua bersama kami ketika gelombang datang ke Cal Mira, mungkin pertempuran itu akan berakhir berbeda.

"Hatcho!"

"Hai-ya!"

Raphtalia dan Filo meninggalkan Barrier pelindung dan mulai menyerang familiar yang berkerumun.

"Kiiiii!"

Setiap kali serangan mengenainya, familiar tipe kelelawar itu mengeluarkan suara menjerit dan jatuh ke tanah.

Aku dikelilingi oleh petarung yang hebat. Aku bisa bergantung pada mereka.

Jika semuanya berjalan dengan baik. . . Tapi sebelum aku bisa menyelesaikan pikiranku, semakin banyak monster muncul di udara.

"Ta!"

"Hyaaa!"

Raphtalia dan Filo menghajar mereka di udara secepat yang mereka bisa.

Apakah tidak masalah menganggap pertarungan ini menguntungkan kita?

Jika mereka tidak dapat menembus Barrier Shooting Star, mereka sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan.

"Apakah kau baik-baik saja?"

"Iya. Ada banyak dari mereka, tetapi mereka tidak terlalu kuat. Kami bisa menanganinya. "

"Okay."

Aku mendengar sesuatu seperti ledakan besar dan menyadari ada sesuatu yang bocor dari Spirit Tortoise.

Aku segera menyadari bahwa itu adalah gerombolan monster. Mereka seperti gorila dengan cangkang di punggung mereka, dan mereka berlari langsung ke arah kami.
Mereka pastilah monster tipe yeti yang kami lihat di desa.

"Zweite Aura!"

Aku mulai memberikan magic Support pada semua orang.

"First Guard!"

Rishia melantunkan mantra untuk meningkatkan pertahanan padaku.

Itu ide yang cukup bagus. Statusnya mungkin rendah, tetapi dia bukan orang bodoh.

"Aku akan menyerangnya! Illusion sword (Pedang Ilusi)!"

Pedang Raphtalia berkedip hitam dan putih saat dia mengayunkannya ke monster yang mendekat.

Monster yang dia tebas terbelah menjadi dua, lalu kedua potongan tubuh itu berubah menjadi bola hitam dan putih sebelum berlari ke monster lain dan menghancurkan mereka.

Membunuh dua burung dengan satu batu?
<TLN : Sebuah Idiom, kalian pasti tau artinya kan>

"Bagus sekali, Raphtalia!"

Eclair menusukkan pedangnya menembus familiar yang terdekat dan berseru pada Raphtalia.

"Ya, aku melakukan seperti yang kau perintahkan."

"Mari kita lihat apakah aku masih bisa menunjukkan satu atau dua hal padamu!"

"Baiklah!"

Raphtalia mengayunkan pedangnya tepat waktu dengan serangan Eclair, dan efek serangan mereka tampaknya menyinkronkan. Monster-monster di sekitar mereka tersebar.

Itu adalah kerja sama yang mengesankan.

"Buchikuikku!"
<TLN : Burst Quick>

Filo berlari menerobos kerumunan monster dan menendang mereka, hingga monster itu mati seketika.

"Ah-cho!"

Wanita tua itu mengikuti di belakang Filo dan menghabisi monster apa pun yang terlewatkan oleh serangan Filo.

“Fi. . . First Water Shot!”

Rishia, yang agak ragu-ragu, menembakkan magic bola air dari dalam dinding penghalang.

Itu tidak membunuh monster yang dikenainya, tetapi hal itu menyebabkan monster berhenti di tempatnya.

"Itu tidak terlalu buruk!"

Memang tidak, tapi sekali lagi, jika kita bahkan kesusahan untuk menghadapi monster Servant, maka kita tidak akan memiliki peluang melawan kura-kura itu.

Apa yang akan kita lakukan tentang hal itu? Para pahlawan lain mungkin mencoba untuk melawannya secara langsung. Karena mereka dinyatakan hilang, ada kemungkinan bahwa mungkin mereka masih bertarung di dalam tubuh raksasa itu.

"Semuanya, Lanjutkan!"

"Okaaay!"

"Iya!"

"Fehhhh!"

Kami terus bertarung melawan para Servant dan maju sampai akhirnya kami berdiri di depan Spirit Tortoise.

Tampaknya lebih besar dari dekat. Wajahnya saja berukuran seperti sebuah desa.

Bagaimana selanjutnya?

Spirit Tortoise melihat ke bawah, langsung ke arah kami.

"———!"

Kura-kura itu meraung begitu keras sampai kami harus menutup telinga kami. Dia tidak terlihat ramah.

Dinding penghalang shooting star shield sudah hampir hancur, jadi aku menggunakan skill itu lagi. Di dalamnya kami aman dari para familiar. Aku menatap kura-kura itu.

Dia menatap langsung pada kami, dan mengangkat kaki depannya ke udara.

"Sialan!"

Kaki itu berayun ke arah kami. Aku menyiapkan perisaiku.

Dinding penghalang shooting star - ku pecah dengan suara pecah yang sama dengan yang kudengar selama pertarungan dengan Glass. Segera setelah Dinding penghalangnya hancur, kaki itu berayun lurus ke arahku. Aku mengangkat perisaiku.

Serangan itu mengguncang seluruh tubuhku.

"Ugh."

Aku terdorong mundur beberapa langkah. Benar saja, shooting star shield tidak akan cukup untuk melindungi kami dari kura-kura.

Melihat penghalang itu hilang, monster-monster familiar berkerumun ke arah kami.

"Tidak kali ini!"

Raphtalia dan Eclair melompat kedepanku dan mengalahkan gerombolan monster yang menyerang dengan teknik blur.

Rishia berjongkok di belakangku, di bawah jubahku, tidak memahami situasi apa pun dan merintih.

"Dia menyerang lagi."

Kami dapat bertahan dari tendangan langsung dan pergerakan kura-kura.
Semuanya terlihat bagus.

"Hyaaaa!"

“A-cho! Holy Saint, berhati-hati lah! "

"Ya! Jika kau mendapat masalah, aku akan melindungimu! "

Wanita tua dan Eclair melawan gerombolan monster kembali dan melakukan serangan ke kepala Spirit Tortoise setiap kali ada celah.

Aku melihat semburan darah dari salah satu serangan mereka, jadi kura-kura itu pasti telah mendapatkan damage. Namun sepertinya dia tidak peduli.

Durasi Dinding penghalang shooting star shield sudah habis lagi. Aku memasang Dinding penghalang yang baru.

"Semuanya, ke sini!"

"Roger!"

"Dimengerti!"

Segera setelah kami bergerak, langit dipenuhi dengan awan tebal. Bolt Lightning menghujani para familiar ketika mereka bergerak untuk menyerang kami.

Aroma daging yang terbakar memenuhi udara saat monster-monster itu jatuh ke tanah, tersengat listrik.

Petir itu segera membunuh apa pun yang dikenainya, tetapi guncangan itu juga menyebar dari monster target, menyebabkan monster lain jatuh.

Itu adalah magic pendukung dari Ratu dan pasukannya.

Jika mereka tidak mengatur waktunya dengan tepat, mantra itu bisa melukai Raphtalia dan yang lainnya.

Mereka pasti telah menunggu sampai melihat pelindung Shooting Star Shield-ku aktif sebelum melemparkannya.

“Baiklah semuanya! Kembali menyerang! ”

Aku berteriak setelah serangan petir mereda.

Aku tidak tahu apakah serangan kami akan memiliki efek terhadap monster raksasa, tapi mungkin dia lebih lemah daripada yang terlihat.

Mungkin itu karena magic Ratu, tetapi tampaknya monster familiar menjadi jauh lebih sedikit daripada sebelumnya.

Kami memutuskan untuk mengabaikan para Servant itu ketika kami bisa dan mulai mengarahkan serangan kami ke wajah Spirit Tortoise.

"Terima ini!"

Filo mengumpulkan seluruh kekuatannya dan menendang kura-kura itu dengan keras di dagu raksasanya.

"——— ?!"

Roh Kura-kura mengangkat kepalanya yang besar untuk menghindari serangannya.

"Oooh, ini sangat berat!"

"Giliranku!"

Kepala monster itu terangkat tinggi untuk menghindari tendangan Filo. Raphtalia berlari ke leher yang terbuka dan mengirisnya dengan pedangnya.

Ada suara seperti tomat yang dipotong, dan luka muncul di pangkal tenggorokan kura-kura.

Darah menyembur keluar.

Tetapi kura-kura itu tampaknya tidak terluka. Luka dengan cepat menutup sendiri, dan Roh Kura-kura yang marah mengalihkan pandangannya ke Raphtalia dan Filo.

“Aku tidak akan mau berdiam diri dan menonton muridku saja! Hengen Muso Style essence! Full moon! "

Wanita tua itu mulai menendang dengan penuh amarah. Sesuatu yang berbentuk seperti bulan purnama muncul di jejak tendangannya dan terbang ke Spirit Tortoise.
Serangan Itu menabrak wajah kura-kura dan meledak.

Jadi itulah yang semua orang coba pelajari bagaimana melakukannya ketika mereka berlatih dengan batu-batu besar.

Monster itu terlalu kuat untuk Raphtalia dan Filo sendirian, tetapi bagaimanapun dia telah menerima cukup banyak serangan.

"Sekarang!"

"Magic thrust!"

Eclair mengisi pedangnya dengan kekuatan sebelum mendorong dengan cepat ke depan.

Pedangnya bersinar. Ujung dari setiap tusukan menghasilkan kekuatan yang mengesankan yang menghantam kepala kura-kura itu.

Serangan itu lebih lemah daripada wanita tua itu, tetapi Spirit Tortoise terluka olehnya.

"Fehhh!"

Rishia juga bergegas untuk melemparkan mantra serangan, tetapi sepertinya itu terlalu lemah.

Namun, dia masih tetap berusaha.

Raphtalia dan yang lainnya menjadi sangat kuat. Memikirkan kembali hal itu, L'Arc dan krunya, anehnya juga sangat kuat, tetapi monster khas yang kau temui dalam gelombang, tidak (kuat). Jadi, bahkan jika Spirit Tortoise adalah monster yang sangat kuat jika dibandingkan dengan mereka, apakah ada alasan untuk berpikir kita tidak akan mampu mengatasinya?

"———!"

Lingkaran magic besar muncul di depan kura-kura.

Aku tidak menyukai tampilan itu.

Sedetik kemudian, semua orang di luar Dinding penghalang terjatuh rata dengan tanah.

"Ugh."

"Apa . . . Apa yang terjadi?"

“Aku merasa sangat berat. Sepertinya aku sedang dihancurkan! "

"Kendalikan energimu!"

Hanya wanita tua itu yang masih berdiri. Hengen Muso Style pasti sangat kuat!

"Apa yang terjadi?"

"Aku tidak tahu. Rasanya seperti aku tersedot ke tanah. Aku tidak bisa bergerak."

Sial! Aku tidak tahu apa yang akan terjadi, tetapi itu tidak baik.

Raphtalia dan yang lainnya dalam bahaya!

"Fehh?"

Rishia masih merintih dan bersembunyi di balik jubahku.
Ada apa dengannya?

Dinding penghalang bergetar, yang pasti berarti itu masih melindungi kita dari sesuatu.

Aku pindah untuk mencoba dan membuat semua orang masuk ke batas Dinding penghalang.

"Itu terasa lebih baik."

Begitu mereka berada di dalam penghalang, mereka bertiga berdiri.

Apakah kura-kura itu menggunakan semacam magic gravitasi?

Tetapi magic kura-kura itu tidak dapat menembus penghalang milikku.

"———!"

"Ap. . . ?! ”

Kura-kura membuka mulutnya dan melolong.

Sebenarnya tidak. Aku melihat sesuatu yang bersinar, bergerak dari tubuhnya dan naik melalui tenggorokannya.

Itu membuatku gugup.

Aku segera berlari ke depan kelompok dan menggunakan kembali pelindung shooting star shield.

Listrik yang mendesis dikeluarkan dari mulut binatang itu.

Listrik?

Sial! Aku menggunakan perisai elemen air!

Aku segera beralih ke Soul Eater Shield secepat mungkin dan menggunakan shield prison (perisai penjara).

Mulut monster itu dipenuhi dengan listrik sekarang, dan ia meraung, mengirimkan awan cahaya dalam garis lurus.

Aliran napas listrik menghancurkan monster Servant di jalurnya saat serangan tersebut terbang menuju ke arahku.

Itu seperti meriam partikel dari suatu anime!

"Ugh."

"Tuan Naofumi ?!”

"Waaa!"

"Fehhhh ?!"

Dinding penghalang segera runtuh, dan aku bisa mencium bau kulit terbakar.

Rasa sakit menguasai seluruh tubuhku, tetapi aku tidak kehilangan kesadaran.

Detik-detik yang berlalu terasa selamanya. Aku tidak tahu berapa lama waktu telah berlalu.

"Hah. . . Hah ... ”

Sulit untuk tetap fokus pada apa yang sedang terjadi, tetapi aku dapat mengatakan bahwa serangan kura-kura telah berakhir.

Aku merasa otot-ototku terbakar.

Terakhir kali aku menerima kerusakan separah itu adalah ketika aku menggunakan blood sacrifice.

Sebenarnya, itu terasa lebih buruk dari itu.

Hampir saja. Jika aku masih menggunakan Whale Magic Core Shield, aku mungkin akan menguap.

"Master?!"

"Tuan Naofumi?!”

Aku ingin menggunakan mantra penyembuhan pada diriku sendiri, tetapi aku tidak bisa berkonsentrasi.

Sedetik kemudian, cahaya penyembuhan yang hangat menerpaku.

Aku melihat luka-lukaku sembuh sendiri, Meski masih perlu waktu sebelum sembuh sepenuhnya.

"Zweite Heal!"

Aku menggunakan mantra penyembuhan pada diriku sendiri dan memblokir kaki kura-kura yang berayun kearahku untuk menghabisiku.

Ya, aku bisa berpikir lagi. Aku berasumsi bahwa Ratu telah menggunakan mantra penyembuhan untuk menyelamatkanku.

Seseorang telah menyelamatkanku. Rupanya Soul Eater Shield tidak cukup kuat untuk memblokir serangan nafas terakhir.

Untungnya, kura-kura perlu mengisi ulang tenaganya jika ingin menggunakan serangan itu lagi.

Aku menoleh untuk mengamati damage-nya. Di mana-mana selain dari tempat yang kulindungi sepenuhnya tumbang dan hancur. Sebuah gunung di kejauhan bahkan telah hancur. Itu telah menjadi tumpukan batu.

"Filo, isi daya sihirmu."

"Baik!"

Aku memiliki sebotol magic water yang disiapkan untuk saat-saat seperti ini. Aku melemparkannya ke Filo.

Spirit Tortoise telah memperhatikan bahwa kami masih bergerak. Dia kemudian membentuk lingkaran magic lain di udara dan mengangkat kaki untuk menghancurkan kami.

Tapi aku tidak akan membiarkannya!

"Shield prison!"

Sebuah sangkar perisai muncul di sekitar medan gaya.

Ada hiruk-pikuk berdentang berbenturan dengan perisai, tetapi ketika Shield prison pecah, medan gaya (Shooting Star Shield) di bawahnya menghentikan kaki kura-kura.

Aku tidak yakin apakah itu bisa menahan berat badan kura-kura.

Peghalang itu mulai retak — itu tidak akan bertahan lebih lama.

“Kita bergerak. Tetap bersamaku! Apa pun yang kau lakukan, jangan melangkah keluar dari penghalang."

Tidak perlu hanya berdiri di sana dan membiarkan monster itu menginjak kami.

"Baik!"

"Okaaay!"

"Fehh. . . Baik."

Setelah mereka berlima setuju, kami lari dari kaki Spirit Tortoise.

Terjadi guncangan dan gempa bumi di mana kaki itu turun.

Awan debu mengepul di sekitarnya.

Tidak ada debu yang melewati penghalang Shooting Star Shield.

"Yah, kita mampu menahannya, untuk saat ini."

"Sepertinya dia tidak bisa menemukan kita di dalam debu ini."

"Sepertinya dia pikir dia sudah mendapatkanmu, bukan? Apakah magicmu sudah habis?”

Mungkin dia bisa merasakan kekuatan magic kita untuk mencari tahu di mana kita berada.

Kau bisa tahu hanya dengan melihat kura-kura bahwa ia telah kehilangan kita di awan debu.

Atau apakah dia dapat menggunakan mata monster servant-nya untuk mencari tahu di mana letak semuanya.

"Ugh. . . Tapi kesempatan kita untuk menyerang ... "

Para familiar turun dengan cepat dari udara di sekitar kita.

Kura-kura tidak yakin. Mungkin ia mencoba memeriksa dan melihat apakah kami sudah mati.

Tidak ada waktu — apa yang harus dilakukan?

"Kita tidak memiliki serangan lain, kan?"

"Kita memilikinya, tapi itu belum siap."

"Benar. Menggunakannya satu kali itu melelahkan.”

Sepertinya mereka punya rencana.

Tetapi jika mereka hanya bisa menyerang sekali maka akan ada masalah. Jika serangan itu tidak membunuh monster, kita harus mundur.

"Raphtalia, bisakah kamu menggunakan hal itu lagi?"

"Ya, maksudmu serangan spesial yang aku lakukan dengan Eclair?"

"Ya. Lakukan yang terbaik!"

"Baiklah!"

"Aku akan sedikit membantu peregangan dewa burung (Filo)!"

Wanita tua itu berlari mengelilingi Filo dan meninjunya di sana-sini.

"Aduh! Hentikan itu!"

"Wanita tua, berhentilah membuatnya kesakitan."

Wanita tua itu tampaknya menikmati membuat Filo kesakitan. Menakutkan.

"Hah? Aku agak merasa lebih baik! Master!"

"Oh ya? Sepertinya itu adalah titik-titik tekanan atau semacamnya.”

Dia adalah seorang guru dari sekolah seni bela diri yang mengesankan.

Dan ini adalah dunia berbeda. Kukira dia bisa melakukan hal-hal seperti itu.

Jadi itu kabar baik.

"Bisakah aku serahkan ini pada kalian berdua?"

Kita mendaratkan pukulan bagus di tenggorokannya sebelumnya. Dengan sedikit keberuntungan, mungkin kita bisa menyelesaikannya.

"Serahkan pada kami."

"Ya."

Raphtalia dan Filo keduanya berjongkok di posisi untuk serangan terkuat mereka.

Aku langsung mengenali Filo.

Dia mulai mengepakkan sayapnya.

Dia memfokuskan kekuatan sihirnya, dan itu cukup kuat untuk dilihat dengan mata telanjang. Pusaran angin yang berputar muncul di belakangnya.

"Aku hampir siap, Kak!"

"Aku butuh lebih banyak waktu."

Ekor Raphtalia menggembung semua.

Kemudian ekor itu menjadi semakin membengkak. Sejumlah lingkaran magic, seperti mandala, muncul di sekelilingnya. Dia memusatkan semua kekuatan sihirnya.

"———!"

Kura-kura memperhatikan mereka dan mulai bergerak ke arah mereka.

“Sial! Debu disekitar sudah mulai bersih. Dia pasti melihat kita! "

Sama seperti terakhir kali, Spirit Tortoise membuka lebar mulutnya dan melolong.

Tubuhnya mulai bersinar juga. Sudah pasti akan menggunakan serangan listrik itu lagi.

Tadinya kupikir kami akan punya lebih banyak waktu!

"Dia akan menyerang! Apa kau sudah siap ?!”

"Kami butuh sedikit waktu lagi!"

"Baiklah. Aku akan memblokirnya lagi. Gunakan waktu ekstra ini untuk mengisi seranganmu sebanyak yang kau bisa."

"Okaaaaaaay!"

"Saya mengerti."

Untuk bertahan dari serangan, aku harus menyiapkan pelindung Shooting Star Shield.

Aku mencoba mengingat apa yang kupelajari di minggu pelatihanku.

Aku belum tahu apakah aku bisa melakukannya, tetapi aku perlu mencoba.

Aku memfokuskan semua magicku ke tanganku.

“Shooting Star Shield! Air Strike Shield! Second Shield! Dritte Shield! Shield Prison!”

Didepan diriku, ada tiga perisai terpampang untuk melindungi kami dari depan. Di belakang barisan perisai itu muncul sangkar Shield Prison!. Pertahanan kami telah selesai diatur.

Itu adalah posisi paling defensif yang pernah kuambil. Sebelumnya, saat kura-kura menggunakan serangan ini, Shooting Star Shield dan Shield Prison langsung rusak. Mari kita lihat apa yang bisa dilakukannya saat ini.

Ketika skill dikerahkan, aku merasakan kekuatan magic-ku terkuras habis.

Aku tidak tahu apa artinya itu atau apakah itu akan membantu.

Aku tidak yakin bahwa aku mengerti tentang energi yang dikatakan wanita tua itu atau apakah aku akan bisa menggunakannya.

Tapi aku bertaruh aku bisa selamat dari satu serangan lagi dari monster ini!

"———!"

Aliran partikel padat terbang dari mulut kura-kura.

Serangan itu menghancurkan Air Strike Shield, lalu Second Shield pecah, dan akhirnya partikel-partikel itu menembus Dritte Shield.

Itu adalah serangan yang sangat kuat, tetapi dia kehilangan kekuatan setiap lapisan yang dilaluinya.

Sinar itu mengenai Shield Prison selanjutnya.
Serangan itu tertahan selama beberapa detik sebelum sebuah lubang muncul di satu sisinya.

Aliran partikel melaju melalui lubang itu.

Bagian dalam Shield Prison dipenuhi dengan cahaya sejenak sebelum pecah.

Aku memegang perisai dengan kedua tangan dan bersiap untuk benturan.

“. . . ! ”

Kekuatan arus saat menghantam Dinding penghalang Shooting Star Shield luar biasa, tapi itu tidak lagi sekuat terakhir kali.

Sebuah retakan muncul, dan kemudian penghalang itu hancur.

Serangan itu datang langsung ke arahku.

Aku memindahkan kekuatan sihirku ke tanganku dan mencengkeram perisaiku dengan sekuat tenaga.

"Ugh!"

Perisaiku bertabrakan dengan partikel listrik yang padat. Seluruh tubuhku, luar dan dalam, mendesis oleh rasa sakit.

Aku menggertakkan gigiku melawan rasa sakit dan mendorong ke depan dengan perisaiku.

Serangan berhenti beberapa detik kemudian. Aku berhasil selamat.

Perisaiku berasap di tanganku.

Tapi Raphtalia dan yang lainnya aman di belakangku.

"Aku siap! Filo?"

"Iyah!"

Raphtalia naik ke punggung Filo dan melepaskan kekuatan magic yang dibebankan padanya.

"Spiral. . " 

"Directional. . "

Debu dan cahaya mulai berputar di sekitar mereka.

Cahaya itu terbagi menjadi delapan bola hitam dan putih.

Serangan Raphtalia selalu memiliki unsur ke timur-timuran.
<TLN : China mungkin? Berhubungan dengan yin-yang>

"Strike!"

"Sword of heaven!”


Dalam sekejap, mereka terbang langsung menembus tenggorokan kura-kura itu. Mereka bergerak seperti cahaya.

Spirit Tortoise (Kura-kura roh) terkejut.

Tapi sudah terlambat, tubuhnya sudah teriris. Dia bahkan tidak punya waktu untuk bereaksi.

Benar. Kepala besar itu terkoyak dari lehernya, dan ia terbang di udara, menghujani seluruh area dengan darah panas.

Tubuh kura-kura jatuh ke tanah dengan bunyi gedebuk.

"Kita berhasil!"

Jika kepalanya hilang, aman untuk menganggap kami menang.

Pertempuran itu lebih mudah dari yang kuharapkan.

Sepertinya kita tidak benar-benar harus masuk ke dalamnya dan menyegel jantungnya.

Tentara di belakang kami bersorak.

"Fehhh ..."

Raphtalia dan Filo mendarat dan kemudian ambruk.

"Kita berhasil."

“Ya, kau berhasil. Kerja bagus."

Jika kami bisa maju dengan serangan seperti itu, maka kami tidak akan kalah.

Kami jelas jauh lebih kuat dari para pahlawan lainnya sekarang.

“Ya, itu luar biasa. Bahkan setelah semua pelatihan yang kita lakukan bersama, kekuatanmu sangat mencengangkan, Raphtalia.”

"Hanya karena kau mengajariku bagaimana melakukannya, Eclair."

“Tidak, seranganmu sangat mengejutkan. Kau pasti lebih kuat daripada Pahlawan Pedang.”
Dibandingkan dengan Ren? Sebenarnya, ya, Rapthalia mungkin memang lebih kuat. Bagaimanapun Pahlawan lainnya terlalu lemah.

Tapi dia (Ren) masih bisa menaikkan kekuatannya, jika saja dia mau mendengarkanku.

Tapi di mana mereka? Apa yang mereka lakukan?

“Dan Pahlawan Perisai, Tuan Iwatani, anda luar biasa. Anda bertahan melawan serangan mengerikan itu tidak hanya sekali, tetapi dua kali. Anda benar-benar Pahlawan Perisai.”

"Ya, hanya itu yang bisa kulakukan."

Serangan Glass di gelombang terakhir sangat kuat, tetapi Spirit Tortoise juga tidak mudah menyerah.

Berapa lama lagi aku bisa mengandalkan kemampuan untuk bertahan melawan serangan-serangan ini?

Jika suatu hari tiba bahwa aku tidak dapat menghentikan serangan, aku tidak akan menjadi satu-satunya yang menderita karenanya. Semua temanku akan mati juga.

Aku harus ingat itu.

Aku tidak memberi tahu siapa pun, tetapi aku berjanji pada diriku sendiri untuk tidak membiarkan itu terjadi.

"Aku senang itu sudah berakhir."

"Anda luar biasa."

Rishia sangat terkesan.

Aku ingin mengatakan sesuatu, jadi aku membuka mulut.

"Rishia, kau bisa melakukan semua yang telah kami lakukan jika kau berusaha."

"Fehhhh. . . Saya tidak pernah bisa! "

"Kau bisa. Kau akan bisa melakukannya!"

"Saya tidak akan pernah bisa!"

Rishia terus mengatakan bahwa dia tidak akan pernah bisa melakukannya. Aku kira kita juga harus mulai memperbaiki sikapnya.

Kami berkeliaran sebentar, menikmati kemenangan kami dan kekalahan Spirit Tortoise.




TL: Kuaci
EDITOR: Isekai-Chan

0 komentar:

Posting Komentar