Selasa, 02 Juli 2019

Tate no Yuusha no Nariagari Light Novel Bahasa Indonesia Volume 6 : Chapter 13 - Pengetahuan Tentang Game Melukai Taringnya Sendiri

Chapter 13 - Pengetahuan Tentang Game Melukai Taringnya Sendiri


"Orang-orang bodoh itu!"

Itu adalah malam ketiga kami di desa.

Para pahlawan lainnya datang pada malam kedua untuk menyampaikan laporan mereka.

Laporan dari para Shadow yang mengikuti mereka datang pada siang hari ketiga. Shadow itu melaporkan bahwa para pahlawan telah meninggalkan area, dimana mereka dikirim untuk mengamankan area itu.

Aku telah menyelidiki di siang hari, jadi aku tidak mendengar laporan sampai aku kembali di malam hari.

Keel telah dipindahkan ke klinik kastil dan pulih dengan cepat.

Rishia berpikir bahwa dia akan mencari tahu buku apa yang telah dia lihat di monster-monster itu dan sedang berada di perpustakaan kastil.

Jumlah monster misterius bertambah pesat, bergerak ke barat, dan menyerang semua yang terlihat.

Monster seperti kelelawar (bat type) tidak begitu kuat secara individu, jadi negara melakukan yang terbaik untuk menanganinya. Adapun monster seperti yeti, tidak sebanyak mereka (bat type), tetapi mereka (Yeti Type) terlalu kuat untuk diatasi oleh manusia normal.

Kami menggunakan Guild petualang untuk merekrut petualang yang dapat membantu kami melawan mereka.

Ngomong-ngomong, tentang pahlawan lain, aku pikir mereka menyembunyikan sesuatu, dan aku benar.

Mereka telah menyerang perbatasan Melromarc dan menerobos.

“Kami memiliki laporan tentang apa yang mereka katakan ketika mereka menyerbu perbatasan, yang berbunyi sebagai berikut:‘ Kami harus melewati perbatasan untuk menghentikan monster! Kenapa kau menghalangi kami ?!’ ”

Aku membalikkannya di kepalaku selama satu menit dan kemudian aku menyadari apa artinya itu. Mereka benar-benar tahu sesuatu tentang misteri monster ini.

Laporan itu mengatakan bahwa mereka juga mengatakan hal-hal seperti, "Kami tidak melanggar janji kami kepada sang Ratu," dan, "Ini diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan yang ditugaskan kepada kami."

"Apa yang ingin kau lakukan? Haruskah kita mengejar mereka?”

"Ya, tetapi jika kita mengejar mereka sekarang, kita mungkin menderita kerugian karenanya."

"Kenapa bisa begitu?"

"Aku pernah mendengar bahwa mereka menggunakan filolial dan naga terbang — melaju terus tanpa istirahat."

Apa yang mereka kejar?

Filo adalah bentuk transportasi tercepat yang bisa kugunakan. Filo sangat cepat, jauh lebih cepat daripada kuda atau filolial biasa.

Tapi Filo adalah makhluk hidup, bukan mobil. Dia harus beristirahat dari waktu ke waktu.

Dan jika para pahlawan benar-benar menggunakan naga terbang, maka kami akan benar-benar dalam masalah. Mereka bahkan tidak perlu khawatir tentang medan di sepanjang perjalanan.

Jika mereka menggunakan naga dan filolial, maka itu mungkin berarti mereka pergi ke tempat-tempat yang tidak bisa dijangkau oleh Filo sendirian.

Jika kami ingin menyamai kecepatan mereka, maka kami bisa terus menukar hewan baru ketika salah satu dari mereka lelah. Kami bisa menyamai kecepatan mereka dengan cara itu, tetapi mereka telah mendahului, jadi kami tidak akan bisa menyusul mereka.

Mungkin jika kami mempercayakannya pada Filo, kami bisa mengejar ketinggalan — dia sangat cepat.

Namun, kami tidak tahu ke mana para pahlawan pergi.

Bahkan jika secara ajaib kami dapat menyusul mereka, kami masih tidak memiliki cara untuk menghentikan mereka.

Jika kami mencoba memaksa mereka untuk berhenti, itu hanya akan menyebabkan lebih banyak permusuhan, dan juga kami hanya punya empat hari sampai gelombang datang.

Kalau dipikir-pikir, apa yang akan kita lakukan jika gelombang datang di tengah pengejaran kami?

Mungkinkah mereka akan ke gelombang di negara lain? Tapi bukankah para pahlawan seharusnya kembali ke Melromarc untuk menghadapi gelombang?

Bagaimanapun, kami harus bersiap untuk gelombang di sini. Itu satu-satunya pilihan yang masuk akal bagi kami.

Dilihat dari arah terakhir kali mereka bepergian ...

Ratu menunjuk ke suatu tempat di peta. Itu adalah negara yang sangat jauh di sebelah timur Melromarc.

Lagi-lagi, timur. Itu cukup jelas. Jawaban atas misteri itu terletak di timur.

"Berdasarkan kecepatan mereka, aman untuk berasumsi bahwa mereka akan tiba tiga hari lagi dari sekarang."

"Itu hanya membuat mereka memiliki satu hari ekstra sebelum gelombang datang. Menurutmu, apa yang mereka lakukan?”

"Aku hanya tahu bahwa kita harus tetap waspada. Namun monster-monster ini, bisa jadi. . . ?”

Kalau saja kami bisa teleport ke sana. Tapi kami tidak bisa.

Kami hanya dapat melakukan teleportasi ke tempat-tempat yang telah kami kunjungi dan daftarkan.

Hah?

“Aku baru saja berpikir cara untuk mengejar ketinggalan dengan mereka. Tunggu sebentar."

Aku segera ketempat Raphtalia dan yang lainnya dan menemui Filo.

"Ada apa, Tuan?"

“Aku ingin berbicara dengan Fitoria.”

"Kay!"

Raphtalia, Eclair, dan wanita tua itu bingung.

"Dia bilang, 'ada apa?' "

Aku membuka peta di atas meja dan menunjukkan ke mana tujuan para pahlawan.

“Kau memiliki kemampuan teleportasi. Bisakah kau mengirim kami ke tempat ini? Para pahlawan lainnya sedang menuju ke sana. Kita harus mengejar mereka dan mencari tahu apa yang mereka lakukan."

Jambul Filo mulai bergerak-gerak.

"Uh huh. Ya. Okay. Dia mengatakan bahwa area itu berada di luar yurisdiksinya, jadi dia tidak bisa membawa kita ke sana."

"Hah? Tunggu sebentar. Apakah dia tahu apa yang sedang dilakukan para pahlawan lainnya? ”

"Ya. Dia bilang dia benar-benar ingin membantu, tetapi jika para pahlawan benar-benar memiliki hubungan yang sangat buruk satu sama lain sehingga akan lebih baik bagi dunia jika kau menyerah saja.”

Mungkinkah itu yang dikatakan Fitoria sebelumnya? Bahwa setelah sejumlah gelombang berlalu, akan tiba saatnya semua kehidupan di dunia akan terancam? Apakah dia mengatakan bahwa saatnya telah tiba?

Dia berkata, "kau bisa menyelamatkan orang-orang atau kau bisa menyelamatkan dunia. Jika pahlawan lain benar-benar tidak bisa bergaul denganmu, dan mereka ingin mengabaikan tujuan mereka, maka kau harus bertahan hidup. Kemudian kau dapat memilih untuk menyelamatkan dunia. Itu akan membutuhkan pengorbanan besar, tetapi kau akan dapat memenuhi tujuanmu."

Apakah sekarang adalah waktu yang dia bicarakan itu?

"Apakah dia mengatakan bahwa jika semuanya berjalan dengan baik, itu bisa menjadi akhir dari gelombang?"

“Apakah tujuan dia mengatakan ini. . ?”

"Tuan Naofumi. Anda tidak berbicara dengan Filo, bukan? Apa yang anda bicarakan dengan Fitoria?”

“Sesuatu yang pernah kami bicarakan secara pribadi. Dia mengatakan bahwa akan tiba saatnya semua kehidupan perlu dikorbankan untuk menyelamatkan dunia.”

"Apakah para pahlawan berusaha menyelamatkan dunia?"

Eclair mencondongkan tubuh ke depan dan bertanya padaku. Dia merasa sulit untuk mempercayainya.

"Bagaimanapun juga, kita tidak tahu apa yang terjadi dengan monster-monster ini. Tapi sepertinya apapun yang dilakukan para pahlawan mungkin ada hubungannya dengan mengakhiri gelombang untuk selamanya.”

"Apakah itu akan baik-baik saja?"

"Aku tidak tahu, itu membuatku gugup. Kita benar-benar sibuk berusaha melindungi negara. Dan lagi..."

Aku kembali ke Jambul Filo.

"Kami tidak bisa menyerah. Kami akan mengejar mereka. "

“Dia berkata, ‘Semoga beruntung! Aku akan melihatnya dari jauh.' "

Ratu filolial sepertinya tidak peduli dengan manusia.

Dia bahkan tidak memberi tahu kami ke mana mereka pergi.

Mungkin dia menyadari bahwa dia telah melakukan semua yang dia bisa untuk para pahlawan seperti kami.

Kupikir aku tidak bisa tidak setuju dengan itu.

Situasinya tampak mengerikan, tetapi para pahlawan, yang seharusnya menyelamatkan semua orang, malah saling bertarung.

Jika aku adalah Fitoria, aku juga akan kecewa.

Tapi aku yakin dia benar-benar menunggu kami.

Menunggu kami mulai bertarung demi semua orang. Tapi dia tidak akan melakukannya untuk kami. Mungkin itu yang dia maksud.

Kami semua pergi menemui Ratu. Aku menjelaskan situasinya.

"Aku mengerti.Sekarang kita tahu apa yang diinginkan para pahlawan, bukan?"

"Apa yang menunggu mereka di sana?"

Rishia berlari ke ruang singgasana dan berteriak padaku.

Wajahnya pucat.

Seperti sang Ratu, sepertinya Rishia telah menemukan sesuatu.

"Feh!"

"Ada apa?"

"Fehhh ... Benar. . . Saya . . Um ... "

"Ada apa?"

"Ketika saya mendengar ke mana Tuan Itsuki pergi, saya ingat di mana saya melihat monster-monster itu."

"Dimana?"

"Iya. Saya melihat mereka di salah satu legenda kuno tentang para pahlawan.
Monster-monster itu adalah familiar — para pelayan (Servant) — dari Spirit Tortoise  (Roh Kura-kura). ”

"Aku yakin dia benar."

"Spirit apa?"

Kalau dipikir-pikir, ada legenda di duniaku tentang Roh Kura-kura juga. Itu adalah monster misterius.

Keempat binatang yang baik hati kadang-kadang muncul dalam permainan, tetapi kura-kura adalah salah satu yang terkecil (dibandingkan 3 yang lainnya).

Ada empat binatang simbolis yang melindungi berbagai arah mata angin.
Mereka mirip dengan empat simbol, naga biru, burung merah cerah, harimau putih, dan kura-kura hitam. Empat hewan yang baik hati agak sejajar dengan empat simbol dan terdiri dari kirin, phoenix, Kura-kura, dan naga.

Mereka (kura-kura hitam dan roh kura-kura) adalah jenis makhluk yang sama, tetapi mereka berbeda, jadi banyak orang yang dibingungkan oleh mereka satu sama lain.

Spirit Tortoise (Roh Kura-kura) adalah kura-kura raksasa yang memiliki Gunung Penglai di punggungnya.

Tetapi kura-kura hitam dari keempat simbol itu berbeda; memiliki ekor ular dan berdiri dengan kaki panjang. Itu adalah pelindung dari arah utara.

Gunung Penglai adalah gunung yang terkenal untuk pelatihan pertapa di timur, jadi mahluk yang mengenakannya di punggungnya tidak perlu menjadi pelindung utara.

"Begitu kah? Jadi monster yang terbang di sekitar Melromarc adalah Familiar Spirit Tortoise?”

"Mungkin..."

Kedengarannya tidak bagus. Aku mungkin harus turun tangan.

"Hm ..."

Spirit Tortoise di duniaku adalah roh pelindung yang ada hubungannya dengan banjir atau sesuatu.

Kupikir itu juga diyakini mengeluarkan ramalan tentang masa depan.

"Jadi ada monster raksasa di balik semua ini?"

Para pahlawan lainnya bergegas ke sana tanpa menunggu kami karena mereka ingin merasa seperti mereka mendahuluiku.

Aku tidak ingin memikirkan ide macam apa yang mereka miliki.

Mereka mungkin hanya berpikir bahwa mereka akan mendapatkan beberapa peralatan bagus dengan mengalahkan Spirit Tortoise.

Jika semuanya berjalan dengan baik, mereka akan mendapatkan peralatan yang baik dan mereka akan mengakhiri ancaman baru bagi dunia.

Mereka mungkin berpikir semua orang akan mencintai dan memuji mereka siang dan malam.

"Tapi para pahlawan kuno menyegel kura-kura itu dan membawa rahasia proses penyegelan bersama mereka ke dalam kematian."

"Tiga pahlawan lainnya berpikir bahwa mereka tahu apa yang harus dilakukan tentang itu, hanya karena Game yang mereka mainkan."

Jika mereka benar-benar tahu tentang segel dari game, maka mungkin mereka tahu cara membatalkan segel, meskipun pengetahuan itu telah hilang di dunia ini.

Kalau dipikir-pikir, Itsuki telah mengatakan sesuatu yang masuk akal di masa lalu. Dia mengatakan bahwa aku tidak akan bisa menjadi lebih tinggi dan lebih kuat lagi.

Ketika dia mengatakannya, kupikir dia hanya merengek. Tapi sekarang semuanya masuk akal.

Jika mereka bertiga menuju ke tempat yang sama, itu berarti bahwa musuh mungkin bisa dikalahkan oleh orang-orang di sekitar level 80 atau lebih.

Entah begitu atau mereka sudah tahu apa yang harus dilakukan.

Jadi itulah yang mereka dapatkan dari pengetahuan game mereka. Kuharap mereka akan tenang.

Aku merasa seperti aku harus memberi mereka sebagian dari pikiranku.

"Tapi sudah ada begitu banyak Pelayan monster. Apakah segelnya sudah rusak?”

"Mungkin."

Dan jika ya, itu bukan pahlawan yang melakukannya.

"Mari bersiap-siap untuk pertempuran, untuk berjaga-jaga."

Jika apa yang dikatakan Fitoria benar, maka gelombangnya akan berakhir jika kita tidak melakukan apa-apa dan membiarkan semua ini berjalan dengan sendirinya. Tetapi tidak ada cara untuk mengetahui apa yang akan terjadi.

Dia mengatakan akan ada pengorbanan. Tetapi hanya Fitoria yang tahu apa arti hal itu.
Selain itu, aku tidak bisa hanya diam dan tidak melakukan apa-apa.

"Kami akan mengejar para pahlawan."

"Dimengerti. Terima kasih atas kerja sama Anda, kami telah menemukan penyebab semua ini. Aku telah meminta bantuan guild. Kuharap mereka terbukti bermanfaat."

"Aku benar-benar bosan dengan perilaku para pahlawan lain."

"Aku mengerti. Aku akan mencoba mengulur waktu untuk mencegat para pahlawan di negara tempat Spirit Tortoise disegel.”

Itu akan membantu. Kami harus menemukan cara untuk menebus ketinggalan start kami.

Tapi bagaimana kami menghadapi gelombang di Melromarc?

Semoga pelatihan kami akan memberikan keuntungan bagi kami ketika saatnya tiba.

Ditambah lagi Eclair dan wanita tua itu membantu kami sekarang. Jadi kami berada di posisi yang lebih baik daripada sebelumnya.

Kami meninggalkan ruang tahta, berteleportasi kembali ke desa barat daya, dan menumpang ke kereta Filo. Lalu kami berangkat.

Kami akan memasuki kecamuk medan pertempuran yang sebenarnya, pertempuran yang akan menentukan nasib dunia dan gelombang.

Kami menyeberangi perbatasan ke negara tetangga saat fajar pada hari keempat.

Filo berlari sepanjang malam. Kami baru saja mencapai perbatasan terdekat. Perjalanan kami masih jauh.

Eclair dan Rishia sama-sama mabuk perjalanan parah sepanjang malam.

"Pah. . . Pahlawan Perisai, tolong. . . berhenti. . . urp!”

"Fehhhh. Burp!"

"Jika kita berhenti, kita tidak akan mengejar mereka."

Mereka meminta berhenti sepanjang malam. Dan mereka sudah mengeluarkan semua yang mereka makan. Bahkan mereka tampak masih akan muntah.

Filo mulai lelah.

"Sepertinya kita tidak punya pilihan. Ayo istirahat. "

"Wah! Aku Lelaaah!"

Aku menghentikan kereta dan Filo segera mulai mendengkur.

Dia pasti benar-benar memaksakan diri.

Kami bertemu beberapa Shadow di jalan dan bertanya kepada mereka di mana para pahlawan telah pergi.

Kami bahkan belum berada di negara yang tepat.

Mereka akan tiba di tempat tujuan hanya dengan satu hari sebelum gelombang datang.
Yang berarti bahwa kita mungkin tidak akan berhasil tepat waktu.

Kami tertinggal di jalanan padahal hanya ada dua hari lagi sebelum gelombang tiba...

Tiba-tiba, udara dipenuhi dengan suara kaca pecah. Gelombang kejut mengguncang kereta begitu kuat sehingga membuatku pening.

Itu terdengar seperti awal dari gelombang, tetapi entah bagaimana berbeda.

"Apa itu tadi?!"

"Ada apa?"

Aku memperhatikan daerah tersebut.

Sejenak kupikir kami telah diteleportasi, seperti apa yang terjadi ketika gelombang datang. Tetapi pandangan di luar gerbong membuktikan sebaliknya.

"Apa yang sedang terjadi?"

"Aku belum tahu. Filo, mungkinkah itu. . . mungkinkah segelnya sudah hancur? ”

Apakah para pahlawan telah tiba?

Sebuah jendela muncul di bidang pandangku yang berisi jam hitung mundur untuk gelombang.

Jam itu sudah berhenti berdetak tetapi menunjukkan bahwa masih ada dua hari lagi.

Kemudian, di sebelahnya, ikon lain muncul. Itu adalah jam pasir biru dengan angka "7."

"Ada jam pasir lain, dan tertulis tujuh. Aku tidak tahu apa maksudnya."

Aku membuka menu bantuan untuk melihat apakah ada informasi baru.

Tetapi tidak ada.

Aku menyadari bahwa ini mungkin kesempatan untuk melarikan diri dari tugasku sebagai Pahlawan Perisai. Tetapi jika aku melakukannya, jika aku melarikan diri, berapa banyak orang yang akan menderita?

Bagaimana perasaan bersalahku?

"Apa yang harus kita lakukan?"

"Kita harus menemukan para pahlawan."

Aku tidak tahu apa yang sedang terjadi, tetapi kami tidak bisa diam saja dan tidak melakukan apa-apa.

"Bisakah kita menggunakan portal?"

Aku menggunakan perisai portal untuk memeriksa.

Rupanya bisa.

Tetapi aku masih tidak tahu apa yang sedang terjadi.

Pasti ada sesuatu yang terjadi di negara timur.

Apa yang telah dilakukan para pahlawan?

Kami semua kembali ke kereta dan menghabiskan satu hari di jalan.

Kami melewati sebuah kota di jalan, dan seorang Shadow muncul untuk menghentikan kami.

"Pahlawan Perisai, Anda harus kembali ke Melromarc."

Shadow ini berbicara dengan normal.

Shadow yang kubicarakan sebelumnya memiliki cara bicara yang istimewa.
Tapi penampilannya terlihat sama seperti yang Shadow yang lain.

"Apa yang terjadi?"

"Anda tahu ... "

Itu adalah awal dari segalanya, dari kecurigaan Fitoria, dari semua yang kupikirkan, dan tentang pertempuran para pahlawan lainnya. Segalanya masuk kedalam kepalaku, dan apa yang terjadi selanjutnya akan mengguncang dunia hingga fondasinya.




TL: Kuaci
EDITOR: Haze

0 komentar:

Posting Komentar