Selasa, 15 September 2020

Death March kara Hajimaru Isekai Kyousoukyoku Bahasa Indonesia : Chapter SS-10. Kisah Hero Hayato (7)

Chapter SS-10. Kisah Hero Hayato (7)


"Kau merekrutku? - Apa kau serius?"

Mengibaskan rambut perak panjangnya yang berkibar tertiup angin, dia - Putri Duke Ringrande bertanya kembali seolah-olah seperti mendengar lelucon.
Kami berada di beranda Rumah Duke Oyugock di Shiga kingdom Capital.

"Ya, aku sudah mendengar semua tentang pencapaianmu setahun terakhir ini."

Gadis ini telah mengalahkan [Floor Master] dungeon Selbira hanya dalam setahun dan bahkan menguasai explosion magic.
<TLN: Eksupurotiooon>

"Aku juga telah mendengar rumor tentangmu."

Kata-katanya yang berduri menyengat hatiku dengan penyesalan dan kesedihan.

"Kau bertemu greater demon dan hampir musnah, bukan. Dan kau membawa party yang berbeda bersamamu selain putri dan priest-dono sekarang? Aku tidak akan membiarkanmu menggunakanku seperti sekali pakai. "

Ringrande pergi ke kamar dari beranda saat dia mengatakan itu.
Di belakangku Seina bersikeras, "Aku juga, aku masih di sini!", Tapi Ringrande mengabaikannya setelah melihat sekilas. Kepribadiannya seburuk biasanya.

"Aku yang hebat ini tidak akan pernah memperlakukan teman-temanku sebagai barang sekali pakai."

Aku sampai di depan Ringrande dengan Ground Shrink.
Ground Shrink yang tidak bisa aku dapatkan pada awalnya karena membutuhkan terlalu banyak poin skill dan akhirnya berguna di sini.

"Tidak pernah. --Dan tidak akan pernah."

Aku menatap mata Ringrande dengan perasaanku yang paling tulus.

"Kalau begitu, aku akan memberimu tes. Bawakan aku dragon scale besok. Jika kau berhasil, aku tidak keberatan membuat kontrak sementara sebagai pengikutmu. Tinggalkan tempat ini segera jika kau keberatan. Aku bisa pergi menghajar beberapa demon lord sendirian bahkan tanpa bantuanmu. "

Dia wanita keras kepala.

"Tunggu sebentar. Bagaimana kau mengharapkan kita mendapatkan dragon scale besok!"
"Tolong jangan khawatir, aku akan memberitahumu tempat di mana kau bisa menemukan dragon. Di puncak Pegunungan Fuji yang membelah pusat Shiga kingdom terletak Guardian Holy Dragon dan bawahannya, atau Kau dapat menemukan dragon dewasa di Pegunungan Black Dragon ke selatan. Evil Dragon yang tinggal di lapisan bawah dungeon dan dragon-lesser dragon yang berkeliaran di sekitar Kelompok Negara Tengah juga cukup terkenal. Oh, dan di sana ada gunung tempat lesser dragon tinggal di Silga Kingdom."

Seolah memprovokasi Maryest, Ringrande menyebutkan tempat-tempat di dekat Shiga kingdom yang memiliki dragon.
Pengetahuannya luas. Kebijaksanaannya selain ilmu pedang dan sihirnya benar-benar mempesona.

"Besok ya. Apakah tidak masalah saat matahari terbenam?"
"Ya, tidak apa-apa."

Aku berkata "Pegang erat janjimu" ke Ringrande yang memberi tanda OK, lalu melompat ke Jules Verne. Aku memanggil rekanku dan pergi ke Pegunungan Fuji.
Holy Dragon di Pegunungan Fuji seharusnya adalah teman Hero Raja Yamato, jadi kupikir mereka akan mendengarkanku.

Meskipun pada akhirnya, aku tidak bertemu dengan Holy Dragon.

Karena kami melihat dua lesser dragon bertarung di sepanjang jalan.

"Uhhyaa, banyak harta karun ~"
"Aaah, dragon scale banyak sekali!"

Selain Seina si pengintai, ini mungkin pertama kalinya Maryest lupa bertindak seperti putri kerajaan dan menyeringai lebar.

"Sepertinya tidak ada Air Mancur Minuman Keras Dragon yang legendaris di sekitar sini."

Loreiya bergumam dengan sedih sambil mengendus-endus.
Rupanya dia sedang mencari sesuatu. Aku menghibur Loreiya yang menurunkan bahunya sebelum kami semua mengambil dragon scale yang tergeletak di sekitar tempat itu.

"Ini sangat mudah. Aku tidak sabar untuk melihat keterkejutan wanita angkuh itu."
"... Seina. Ya, dia tidak akan menyangkanya."

Rusus mengatakan itu dengan tatapan kagum.

"--Oh sial. Semuanya, pergi!"

Fifi berteriak keras.
Sesaat kemudian, raksasa jatuh dari langit.

Sepertinya para dragon masih bertarung.

Aku lolos dengan Flickering Steps, membawa Maryest bersamaku.
Loreiya telah melompat bersama Rusus dan Fifi.

"Ada yang terluka ?!"

Gadis-gadis itu memberi tahuku bahwa mereka baik-baik saja ketika aku bertanya.
Tidak, kami melewatkan satu.

"Wiyaryi!"
"Aku baik-baik saja. Tetapi ini menjadi sedikit di luar kendali."

Wiyaryi melihat Jules Verne mengeluarkan asap hitam di balik beberapa pohon tumbang.

"Bisakah kita lari ke ibu kota dari sini?"
"Mungkin tidak. Bahkan jika Hayato berlari dengan kecepatan penuh, tidak mungkin kau bisa sampai di sana saat matahari terbenam."

Seina menanggapi Maryest sambil membuka peta.

"Mungkin bisa dilakukan jika dia berjalan lurus. Ada banyak hutan dalam dan pegunungan dataran rendah di sepanjang jalan. Namun Hayato sekalipun mungkin tidak bisa melakukannya."
"Jadi maksudmu aku bisa sampai jika aku berlari lurus?"
"Y-ya."

--Itu berita bagus.

Aku tidak masalah berjuang sedikit lebih keras untuk membuat gadis itu bergabung dengan kita.
Aku memakai Flying Shoes yang aku miliki di Inventoryku.

"Mary, percepat diriku. Hembuskan aku yang hebat ini dengan wind magic advance begitu aku sudah di udara."
"T-tidak mungkin! Itu tindakan ceroboh!"
"Ceroboh tidak apa-apa, aku akan melakukannya. Percayalah pada Unique Skillku!"

Maryest mengangguk setelah ragu-ragu sedikit.

Aku terbang ke langit, mengaktifkan Unique Skill [Invincible Shield] dan memberi sinyal pada Maryest.
Saat berikutnya, hembusan yang luar biasa membuatku berputar.

Dampak itu terasa seperti membuat tubuhku hancur bahkan dengan Unique Skill aktif.

Namun, aku mendapatkan kecepatan yang aku inginkan, bahkan lebih.
Aku terus menendang udara dengan Flying Shoes sambil menggunakan holy shieldku sebagai sayap.

Seluruh tubuhku sakit karena benturan dengan angin, tapi aku belum akan menggunakan [Unlimeted Regeneration]. Simpan itu untuk bagian kedua maraton terbang ini.
Aku meneguk magic potion yang ada di kantongku dan berlari dengan kecepatan penuh ke depan menuju Shiga kingdom Capital.


"--Aku tidak percaya kau benar-benar pergi dan berhasil membawanya."
"Tepati janjimu."
"Aku tahu aku tahu. Aku tidak berbohong. Aku akan bergabung denganmu sebentar."

Ringrande berbicara dengan nada merendahkan.

"Ngomong-ngomong, kau terlihat sangat lelah, di mana gadis-gadis lain?"
"Oh, mereka akan kembali setelah selesai memperbaiki Jules Verne."

Aku memberi tahu dia apa yang terjadi selama pencarian dragon scale kami.

"Kau benar-benar pergi dan mencarinya sendiri? Aku kira Kau akan membeli dari pedagang di ibu kota atau kota-kota tetangga."

Tunggu, aku bisa melakukan itu ?!

"Tunggu, jangan bilang itu tidak pernah terlintas dalam pikiranmu?"
"Tidak uh, kedengarannya tidak adil, bukan?"
"Menyedihkan--"

Ringrande mengerang dengan tangan di atas kepalanya.

"--Apa yang dilakukan putri cerdas itu. Kalian benar-benar sekumpulan masalah."

Aku mengikuti Ringrande yang bergegas keluar ruangan.

"Kemana kau pergi?"
"Aku meminta kakek untuk pergi menjemputnya dengan kapal. Aku mungkin tidak begitu paham tentang internal Jules Verne, tapi kapal udara bukanlah sesuatu yang bisa diperbaiki tanpa mekanik atau hanggar, kau tahu."

Coba tebak, ini seperti mencoba memperbaiki pesawat yang jatuh di pulau tak berpenghuni?

Meskipun Ringrande terdengar kesal, anehnya aku tidak merasakan permusuhan darinya, jika aku harus mengatakan dia lebih merasa seperti bibi tetangga yang usil.


Ada banyak masalah di sepanjang jalan, tetapi pada akhirnya kami berhasil membuat Ringrande bergabung dengan kami, dan memulai kembali pelatihan khusus kami di [Dungeon of Heroes] setelah Kapal Subdimension Jules Verne diperbaiki.

"Nona! Jangan maju sendiri!"
"Provokasimu terlalu lamban! Lakukan lebih baik jika kau ingin mengikutiku!"
"Dasar wanita babi hutan!"
"Kura-kura tolol!"

Awalnya kami terus melecehkan satu sama lain, tetapi itu menjadi lebih sedikit ketika lantai tiga ditaklukkan.

"Rin! Ambil yang kiri!"
"Serahkan padaku! Haruskah aku mengurus yang tengah juga?"
"Monster itu milikku. Rusus dan Fifi akan memakannya jika kau terus berbicara."
"Ahahaha, aku akan mengunyahnya!"
"Selesai memusnahkan sisi kiri. Mana yang butuh bantuan."
"Yang di tengah adalah bagianku yang hebat ini!"

Karena nama Ringrande terlalu panjang, aku segera beralih memanggilnya Rin, dan kemudian Maryest merajuk karena seorang junior mendapat julukan terlebih dahulu, jadi aku mengubah panggilannya menjadi Mary. Untuk yang lain, Wiyaryi menjadi Wii dan sebagainya.
Gadis-gadis lain juga memanggilku Hayato, Loreiya adalah satu-satunya yang terus memanggilku Hayato-sama secara resmi.

Seina mengatakan kepadaku bahwa kelompok kami diejek sebagai [Party Harem] oleh publik, karena hanya ada wanita selain aku.
Yah, lupakan harem, aku bahkan tidak berencana untuk meletakkan tangaku pada siapa pun, jadi aku tidak mengindahkannya dan fokus untuk naik level.

"Hero-sama, kami dapat surat lagi."
"Ooh! Dari honey ya!"

Aku mendapatkan semangatku kembali setiap kali surat dari putri Arisa tiba ketika kami kembali ke atas.
Kebanyakan dari surat itu adalah pembicaraan tentang kecurangan administratif atau betapa luar biasa cantiknya kakak perempuannya dari ibu yang berbeda, tetapi hanya membaca surat-suratnya yang terdengar anggun secara intelektual membuatku merasa seperti sedang mengelola negara bersama dengannya.

Namun, tidak ada surat setelah tiga bulan bertamasya di dungeon.

Itu agak mengkhawatirkan, tetapi karena surat terakhir berbicara tentang bagaimana dia berdamai dengan orang tua dan kakak laki-lakinya, sang pangeran, dan bagaimana dia akan serius mengembangkan kerajaan, dia mungkin tidak punya waktu untuk menulis surat.

Berpikir seperti itu adalah kesalahan besar.

Bencana melanda ketika kami melakukan ekspedisi selama delapan bulan di lantai terdalam dari dungeon.
Beberapa bulan sebelum surat terakhir, Kubooku Kingdom diserap oleh Yowolk Kingdom, dan semua bangsawan termasuk raja dan putra mahkota dieksekusi.

Aku lega ketika Mary, melalui Kementerian Luar Negeri, mengetahui bahwa putri Arisa berhasil lolos dari eksekusi karena masih belum berumur. Aku pingsan ketika mereka memberi tahuku bahwa beberapa hari sebelum kami keluar dari dungeon, demon menyerbu kastil Kubooku Kingdom dan membakar vila kerajaan tempat putri Arisa ditahan.

Vila kerajaan telah dibakar tanpa ada yang selamat.

Aku tidak bisa makan atau minum selama tiga hari, hanya melihat ke lantai seperti orang mati, tapi kali ini aku bangkit kembali tanpa bantuan Seina.

"Kita membutuhkan pejabat sipil."

Seseorang yang bekerja di belakang layar untuk mengumpulkan informasi di luar pertempuran.

Atas rekomendasi Mary, Nono dan saudara kembarnya, Riro ditambahkan sebagai anggota.
Rupanya yang satu mengkhususkan diri dalam negosiasi, yang satunya lagi dalam manajerial. Keduanya sangat berbakat.

Party hero yang sekarang pergi berkunjung ke banyak negara, memusnahkan monster dan demon yang mengganggu orang-orang dan juga mengumpulkan exp di luar pertempuran.

"Hayato! Ada ramalan baru!"

Dan kemudian hari itu tiba.
Tepat sebelum aku yang hebat ini mencapai level 70, kebangkitan demon lord akhirnya diramalkan.

Ramalan menyebutkan kebangkitannya berada di 7 tempat berbeda. Sesuatu seperti itu belum pernah terjadi selama beberapa ratus tahun terakhir.
Itu hanya tertulis dua kali dalam sejarah. Saat berdirinya Saga Empire oleh hero pertama, dan era di mana Hero Raja Yamato mendirikan Shiga kingdom.

Keduanya mengalami kemunculan kelas demon lord yang sama sekali berbeda yang disebut Greater Demon lord.

Itulah yang mungkin sedang terjadi sekarang.

"Takut?"
"Tentu saja tidak. Aku gemetar karena gembira."

Aku menanggapi Rin yang provokatif dengan tersenyum tanpa rasa takut.

Jerid, Subac, Zayan, Shiaryi, Rokos, semua temanku yang sudah tiada melawan greater demon.
Putri Arisa yang menjadi korban demon, meski masih sangat muda.

Untuk mencegah lebih banyak korban.

"Aku akan mengalahkan demon lord."

Aku melihat para gadis setelah menyatakan demikian.
Masing-masing memiliki ekspresi tegas di wajah mereka.

"Karena aku adalah hero. Hero Dewi Kecil, Hayato."

Aku mengibaskan mantelku dan melompat ke Kapal Subdimension Jules Verne.
Menuju titik nol munculnya Demon lord.

※ Kalau mau lanjut bisa baca volume (chapter) 8 dan 15.


PREVIOUS CHAPTER      TOC      NEXT CHAPTER


TL: Isekai-Chan
EDITOR: Isekai-Chan

0 komentar:

Posting Komentar