Jumat, 25 September 2020

Realist Maou ni yoru Seiiki naki Isekai Kaihaku Web Novel Bahasa Indonesia : Chapter 35. Pembangunan Kota

 Chapter 35. Pembangunan Kota


Ada 3 faktor mengapa pembangunan kota bisa selesai begitu cepat.

Yang pertama dikarenakan Gottlieb adalah pemimpin dan perencana kota yang brilian.

Kedua, arsitek yang bekerja di bawah perintahnya sangat cakap.

Yang ketiga adalah sesuatu yang telah kubuat.

Di dunia ini, konstruksi umumnya dilakukan dengan kekuatan manusia. Tidak ada mesin seperti buldoser atau derek seperti di dunia lain. Namun di sisi lain, dunia ini memiliki iblis.

Jadi aku mengumpulkan beberapa bahan dan menaruhnya di botol Klein. Aku akan memanggil makhluk-makhluk yang sangat besar.

Giant.

Ada seorang pedagang di kota, menjual fosil yang konon mengandung tulang dari ras raksasa. Aku mencampurkan fosil itu bersama dengan tanduk unicorn.

Aku membayangkan sosok Giant saat aku menyalurkan sihirku ke dalam botol. Ketika bahan tersebut kumasukkan, monster yang terkenal itu muncul.

Rarity: Gold Rare ☆☆☆☆
Ras: Giant, Cyclops
Job: Warrior
Kemampuan Bertempur: 1788
Skill: Monstrous Strength

Makhluk yang keluar begitu tinggi sehingga aku harus melihat ke atas. Cyclops dengan tinggi sekitar delapan meter.

Itu mengingatkanku pada gunung kecil.

Mereka bisa bertarung sekejam iblis mana pun di medan perang, tetapi mereka juga memiliki kemampuan lain.

Ya, mereka sangat besar sehingga bisa menjadi pengganti buldoser. Dan itu adalah hal yang luar biasa untuk dimiliki di dunia ini.

Cyclops bisa membawa batu, material besar dan mengangkat pilar seolah bukan apa-apa. Jika Iblis cenderung sombong, maka ras raksasa lebih sederhana bahkan lebih menyukai pekerjaan semacam ini.

Mereka dengan patuh mengikuti perintah dari divisi konstruksi dan mulai menyusun batu.
Ada monster lain yang aku panggil juga. Bersama manusia dan monster yang sudah kupanggil sebelumnya mereka mulai bekerja dan konstruksi berjalan dengan kecepatan penuh.

Pekerjaan itu berlangsung selama dua puluh empat jam sehari.

Jeanne mengerutkan kening ketika dia mendengar ini.

“Kau benar-benar seorang Raja Iblis. Bahkan iblis tidak akan memaksa orang untuk bekerja selama dua puluh empat jam.”

"Yah, akupun juga tidak melakukan hal sekejam itu. Aku memberlakukan sistem Shift."

"Shift?"

“Delapan jam hari kerja. Setiap tim bekerja pada waktu yang berbeda.”

"Begitu rupanya. Yah, setidaknya itu adil.”

“Begitulah caraku mengatur Kastil Ashtaroth. Tidak ada lembur.”

Ada shift delapan jam dan bonus bagi mereka yang bekerja pada malam hari.

Selanjutnya, aku memanggil banyak Salamander, atau peri api, sehingga pembangunnya bisa bekerja dengan aman. Lidah para Salamander menjaga lingkungan pekerja tetap terang.

Ada juga istirahat selama shift delapan jam, dan tentu saja makanan disediakan. Eve telah memilih sendiri juru masak dan membuat menu berkalori tinggi untuk menjaga kesehatan para pekerja. Dan begitulah, tiga bulan berlalu.

Tepatnya, kota itu selesai dalam waktu delapan puluh sembilan hari. Walaupun bagian interior belum selesai, tetapi orang-orang sekarang punya tempat tinggal.

Sehingga para penghuni tampak sangat senang saat memasuki rumah baru mereka. Rupanya, mereka sangat nyaman, dan orang-orang akan menundukkan kepala dan berterima kasih kepadaku setiap kali bertemu denganku di jalan.

"Tuan Ashtaroth, karena anda kini kami punya tempat tinggal yang bagus."

“Semoga anda diberkati karena telah menerima pengembara seperti kami.”

“Kami jauh lebih nyaman di sini daripada di kota Sabnac.” Kata mereka padaku.

Setiap kali aku memberi tahu mereka bahwa kata-kata mereka paling baik ditujukan kepada para perencana dan arsitek kota, namun arsitek kemudian mengatakan kepada mereka untuk berterima kasih kepadaku.

Gottlieb berkata,
“Raja Iblislah yang memberiku kebebasan untuk bekerja sesukaku. Dia mempekerjakan arsitekku dengan gaji besar dan meningkatkan moral mereka. Hal-hal tidak akan terjadi begitu cepat tanpa Raja Iblis.”

Eve menambahkan,

“Saya mengetahui kalau Astaroth-sama telah bekerja tanpa lelah, tanpa istirahat satu malam pun selama beberapa bulan terakhir ini. Membantu Gottlieb, bernegosiasi dengan penduduk dan mengelola para pekerja, semua ini karena pekerjaan Tuan-ku.”

Eve menunduk kagum.
Jeanne melanjutkan.

“Ya, Astaroth-sama tidak hanya mahir dalam pertempuran, tapi juga dalam hal manajemen. Dia adalah Raja Iblis yang terhebat.”

Aku bersyukur atas kata-kata mereka, tetapi menganggap mereka terlalu serius akan membuatku terlalu bangga.

Jadi aku menerima setengah pujian mereka.

“Dengan begitu banyak orang di sini sekarang, kau juga busa mendapatkan lebih banyak pajak.” Kata Gottlieb.

"Ya itu benar."

Aku melihat ke arah Eve. Dia mengeluarkan beberapa kertas, dia telah memperkirakan bahwa subjek ini akan muncul dan dipersiapkan.

Seperti yang kuharapkan dari pelayanku. Kataku padanya, kemudian pipinya sedikit merona. Dia terbatuk dan membacakan prediksinya untuk pajak periode ini.

Gottlieb mendengarkan ini dengan heran.

“Ini dua puluh kali lipat lebih banyak dari pajak yang dikumpulkan di kota lamaku.” Katanya.

Ya, itu luar biasa. Aku bisa memperkuat pasukanku dengan dana sebanyak ini.

"Astaroth-sama. Akhirnya anda bisa membuat pasukan manusia yang anda rencanakan semenjak awal.” Kata Eve sambil tersenyum.

"Iya. Sekarang aku bisa menyewa tentara bayaran dan memberi mereka senjata.”

"Tentu saja kau akan mengizinkan kami para Dwarf untuk membuat senjatanya bukan?" Kata Gottlieb.

Aku mengangguk dan berkata aku berniat melakukan hal itu. Jadi kami segera menyewa tantara manusia bayaran.

Bukannya aku belum pernah menyewa tentara bayaran sebelumnya, memang aku sudah pernah menyewa mereka tetapi dalam skala yang sangat kecil, karena kekurangan dana.

Namun, itu bukan masalah lagi. kami tidak akan melihat uang setidaknya selama setengah tahun, tetapi dengan kota yang begitu besar, kami juga dapat meminjam dari pedagang manusia.

Mereka semua adalah makhluk bermata tajam.

Mereka tidak akan menolak gagasan meminjamkan kepada Raja Iblis yang sedang berkembang, jadi aku meminta Eve mendapatkan dana yang dibutuhkan dan kemudian memasang papan reklame di sekitar kota.

Hijikata memandang mereka dan berkata dengan suara rendah.

“Bukahkah kau sedikit pelit?”

"Ini adalah delapan puluh persen dari penghasilan kebanyakan tentara bayaran, tapi aku tidak melihat ada masalah dengan itu." Aku menyatakan.

Orang-orang cenderung percaya bahwa tentara bayaran pergi ke tempat uang itu berada, tetapi tentara bayaran seperti itu sudah disewa oleh negara-negara kaya atau Raja Iblis.

Aku tidak bisa mengalahkan mereka lewat bayaran bahkan jika aku mau. Satu-satunya hal yang bisa kutawarkan kepada mereka adalah 'asuransi'.

"Asuransi?" Tanya Hijikata.

“Asuransi saat mereka meninggal atau terluka. Mereka akan diberi sejumlah uang saat mereka terluka dan tidak bisa bertarung. Jika mereka terbunuh dalam pertempuran, keluarga mereka akan diberikan uang. Dengan insentif seperti itu, bahkan prajurit yang lemah akan bertarung dengan berani.”

"Begitu rupanya. Jadi kau telah memikirkan hal ini saat itu.”

Secara aneh, Hijikata merasa puas dengan ini. Kemudian dia menambahkan, 'Seharusnya Shinsengumi melakukan hal yang sama dulu,' dan tertawa.

Merupakan suatu kehormatan untuk dipuji seperti ini oleh wakil komandan iblis. Dan rencanaku sepertinya berhasil. Walaupun pada awalnya orang-orang yang datang bukanlah yang terkuat, mereka semua terlihat serius dan tabah.

Aku menempatkan Hijikata untuk memimpin dan melatih mereka, sehingga aku bisa menonton dari jauh. Sebenarnya aku ikut melatih mereka, tetapi Eve menghentikanku.

"Pasukan Ashtaroth akan gagal tumbuh jika Anda bersikeras melakukan semuanya sendiri, Tuan."

Ya itu benar.

Gottlieb pernah mengatakan hal serupa. Jadi aku menyerahkan pelatihan para prajurit kepada dua jenderalku, Hijikata dan Jeanne.


Note : 
mohon saran translate nya yak klo ada yang miss


PREVIOUS CHAPTER       TOC        NEXT CHAPTER


TL: Tasha Godspell
EDITOR: Isekai-Chan

0 komentar:

Posting Komentar