Senin, 07 September 2020

Death March kara Hajimaru Isekai Kyousoukyoku Bahasa Indonesia : Chapter SS-7. Kisah Hero Hayato (4)

Chapter SS-7. Kisah Hero Hayato (4)


"Sekarang setelah upacara pelantikan selesai. Ada beberapa hal yang perlu aku sampaikan kepadamu hero, dan Yang Mulia sebagai perwakilan dari para pengikut Hero-sama."

Sehari setelah upacara, master Burume memanggilku dan Maryest ke sebuah ruangan.

"Pertama-tama, tentang cara kerja jimat itu."

Setelah memberi tahu kami untuk mengajar anggota lain nanti, dia berbicara tentang fungsi untuk menangkap [Otoritas Demon Lord] yang muncul setelah Demon Lord dikalahkan.

"Fungsi ini hanya dapat dilakukan oleh Jimat Utama yang dimilikinya, namun itu tidak dapat dilakukan tanpa bantuan Sub-Talisman yang lainnya. Kau harus merahasiakan tentang otoritas Demon Lord, tetapi jelaskan kepada mereka bahwa tindakan itu diperlukan untuk [Mencegah Demon Lord bangkit] segera setelah dikalahkan.”

Master Burume menunggu Maryest mengangguk sebelum berbalik ke arahku.

"Selanjutnya, tentang Fungsi Tersembunyi Self Status hero."
"Fungsi Tersembunyi?"
"Ya, Kau tidak salah dengar. Aku yakin Yang Mulia mengatakan kepadamu bahwa itu tidak dapat dilakukan, tetapi pada kenyataannya ada [Backdoor] untuk mereset ulang skill poinmu kembali ke keadaan awal."
"Sungguh? Aku bisa mencoba berbagai hal sesuka hatiku kalau begitu!"
<TLN: Backdoor itu semacam jalan rahasia atau jalur belakang>

Aku secara refleks berteriak tapi kemudian aku bertanya-tanya mengapa mereka menyembunyikannya.

"Apakah Kau penasaran kenapa itu dirahasiakan?"

Aku mengangguk pada pertanyaan master Burume.
Aku ingin menceramahi diriku sendiri yang menghabiskan sepanjang hari memikirkan skill apa yang harus dipilih.

"Karena ada resikonya."

Menurut master Burume, reset skill point tidak dipulihkan seluruhnya, apa yang terjadi pada poin skill yang hilang tidak diketahui.

"Begitu, aku akan semakin lemah jika aku memilih sesuatu secara acak dan kemudian meresetnya..."
"Begitulah. Pikirkan [Fungsi Tersembunyi] ini sebagai upaya terakhir ketika Kau harus mengalokasikan kembali poin skillmu apa pun yang terjadi."

Kurasa ini seperti tindakan untuk mencegahku terjebak karena tidak memiliki skill yang diperlukan untuk mengatasi kondisi darurat?
Yah, aku tidak rugi apa pun jika mempelajarinya, jadi aku meminta master Burume mengajariku [Fungsi Tersembunyi].



"Mulai sekarang kau akan melakukan pekerjaan di luar kekaisaran."

Master Burume berkata demikian begitu kami selesai menjelaskan fungsi jimat kepada semua orang.
Yang dimaksudnya adalah tentang pergi ke negara-negara di seluruh dunia untuk menunjukkan wajahku.

"Membangun koneksi pribadi adalah bagian dari pekerjaanmu sebagai hero."

Jujur, menurutku itu merepotkan.
Pada titik ini, aku tidak menyadari betapa pentingnya hubungan pribadi.

Dengan enggan aku menghadiri pesta yang digelar oleh VIP Empire Saga di ibu kota lama, melarikan diri dari perangkap madu alias bersosialisasi selama pesta teh yang disponsori oleh Maryest-sama, menyelinap keluar dari Kuil Hero bersama Seina, Subac, dan mencicipi banyak makanan di ibukota lama, menghabiskan waktu kebebasan yang singkat.

Dan hasilnya--.

"Hayato! Aku tidak akan membiarkanmu menyelinap pergi dari pesta teh hari ini!"
"Hayato-sama, Yang Mulia Kaisar akan menghadiri pesta teh hari ini, jika kau kabur, Burume-sama akan menyiapkan latihan khusus untukmu."

--Kita sampai pada titik di mana kita bisa bercanda satu sama lain.
Bahkan Maryest memanggilku dengan nama depan.

Lalu entah bagaimana aku berhasil menyelesaikan sosialisasi dengan semua petinggi yang aku butuhkan, dan akhirnya hari itulah kami berangkat untuk perjalanan berkeliling dunia ke sebagian besar kota dengan dungeon dan reruntuhan dungeon.

"Ini adalah kapal yang disediakan untuk para hero, Kapal Subdimensi, Jules Verne."
"OOOOOOOOOOOOOOOOOOOH!"

Maryest yang tampak puas menunjuk ke sebuah kapal yang berwarna perak.

"Apaa, itu kapal luar angkasaaa!!"

Aku bertariak keras sambil menunjuk ke arah Jules Verne karena aku yakin kami akan naik kapal seperti balon udara yang sering terbang di atas ibu kota lama.

"Kapal luar angkasa? Aku telah membaca tentang hero sebelumnya yang menyebutnya demikian. Ini adalah lightship yang diterima hero-sama pertama dari para elf yang telah direnovasi lebih lanjut dengan teknologi Saga Empire."
"Karena ia mampu terbang di luar angkasa di mana tidak ada udara untuk bernapas, mungkin benar untuk menyebutnya sebagai kapal luar angkasa."
"Ini benar-benar kapal luar angkasa."

Elf itu luar biasa.

"Hayato! Lupakan itu, ayo kita cepat naik!"

Didesak oleh Seina, aku menaiki Jules Verne.
Bahkan pintu masuknya memiliki pintu ganda berkompresi udara*. Aku merasa seperti mengalami pergeseran genre dari fantasi ke SF (Science-Fiction).
Bahkan kursinya memiliki sabuk pengaman yang terlihat seperti di jet tempur atau kapal luar angkasa.
<TLN: Hmm, kalau kalian bingung ngebayanginnya pintunya kayak gimana, mirip kayak di film-film yang ada laboratorium berbahaya gitu. Atau pintu pas mau keluar di luar angkasa>

"Duduklah. Aku hanya akan mengajari cara memasang sabuk pengaman sekali, dengarkan aku!"

Pengikut hero generasi sebelumnya, master Burume berkeliling ke setiap kursi.
Semua orang kecuali aku yang akrab dengan sabuk pengaman cukup bingung.

"Sekarang mari kita lepas landas. Burume-sama, tolong bantuannya."
"Aku mengerti."

Rupanya master Burume yang memimpin.

Aku memiliki imajinasi kapal lepas landas dari hanggar bawah tanah di kepalaku, dan menjadi bersemangat untuk itu, tetapi Jules Verne naik ke langit dengan cara yang mengkhianati harapanku.

"Dimensional Submerge - dimulai."
"Apaaaaaaa!"

Sebuah celah dimensi tiba-tiba terbentuk didepan kapal sebelum kapal itu sendiri masuk ke dalamnya.

"Hentikan teriakanmu. Aku akan keluar dari dimensi ini begitu kita berada di luar, oke."

Kapal itu benar-benar keluar dari sub-space di atas langit ibu kota lama.

"Kita diangkasa!"
"Kita terbang!"
"Hmph, dasar orang kampung. Bukankah kau pernah terbang sebelumnya?"
"Ini pertama kalinya aku terbang!"

Subac, Seina, dan yang lainnya membuat keributan saat mereka melihat ibu kota tua di bawah kami.
Tidak ada yang memperhatikan sarkasme Jerid.

"Kau cukup tenang bukan, Hayato-sama? Apakah kau sering naik pesawat di negara hero?"
"Yah, aku baru sekali naik pesawat. Ini terasa sangat berbeda dari itu."

Aku membalas Loreiya-san.
Aku hanya terbiasa melihat pesawat di TV dan film, seorang siswa sekolah menengah atas sepertiku tidak memiliki banyak kesempatan untuk menaikinya.

"Kita akan masuk lagi."

Master Burume mengatakan itu saat Jules Verne menyelam ke sub-dimension sekali lagi.
Rupanya mode ini membuat kita berkeliling lebih cepat tetapi menghabiskan banyak mana. Karena dapat meniadakan bahaya serangan monster, disarankan untuk menggunakan mode ini saat kita bepergian melewati zona berbahaya.



Berkeliling dunia cukup menggairahkan bagi seseorang yang bahkan tidak pernah keluar dari daratan Jepang sepertiku.

Tentu saja, karena itu bukan tamasya yang menyenangkan, aku akhirnya terjebak dengan menyapa para petinggi dan menghabiskan waktu dalam beberapa upacara yang membosankan.
Aku juga diundang ke banyak pesta. Ada gadis-gadis cantik dan mulus, dan wanita yang tidak akan aneh jika dia membintangi sebuah film.
Setiap negara menyambut hero, begitu banyak bangsawan berpangkat tinggi mencoba membuat koneksi dengan mengirimkan wanita.

Tolong selamatkan aku dari perangkap madu.
Maaf, tapi aku lebih suka yang muda.
<TLN: Lolicon dasar :v>

Menyantap masakan dari banyak negara memang menyenangkan, tapi aku merindukan masakan Jepang.
Jika hero generasi sebelumnya adalah orang Jepang, maka seharusnya ada satu atau dua restoran yang menyajikan makanan Jepang di Saga Empire. Maryest dan para gadis tidak tahu, tetapi Rokos mengatakan dia tahu beberapa tempat.
Dia berjanji akan membawaku ke sana begitu kita kembali. Aku dapat mengandalkan pria ini.

Selama perjalanan, kami juga mengunjungi dungeon di seluruh dunia seperti yang disarankan oleh master Burume.

Kami membasmi Vampire Slave yang mengerikan di [Bloodsucking Dungeon] yang ditemukan di wilayah terpencil Saga Empire, dan bahkan bertemu dengan vampir di kehidupan nyata, tapi dia begitu cepat sampai kami tidak berhasil menangkapnya.
Sangat menyenangkan menyaksikan Seina yang terpengaruh oleh vampir dan mencoba menggodaku dengan tanda berbentuk hati di matanya, tetapi master mengatakan kepadaku bahwa melepas pengaruh dari vampire lord akan sangat sulit jadi itu bukan sesuatu yang harus ditertawakan.

Kami akhirnya bertemu dengan demon di Rampant Evil Dungeon yang terletak di Longnose Rat Emirate. Kami berhasil menyelesaikannya, tetapi aku tidak percaya itu hanyalah lesser demon. Master Burume menebasnya terus menerus setelah mereka muncul sesudahnya. Master luar biasa. Aku harus bekerja keras untuk berada pada level itu.

Dan kemudian aku mengalami pertemuan ajaib di salah satu negara dengan reruntuhan dungeon, Kubooku Kingdom dari salah satu Pusat Negara di Tengah Benua.



"Kau siapa?"

Aku bertemu dengan seorang malaikat kecil dengan rambut ungu ketika aku tersesat di suatu tempat setelah melarikan diri dari upacara.

Dia gadis termanis yang pernah kulihat seumur hidupku.

"Yes Lolita! No Touch!"

Keteganganku menjadi begitu tinggi karena keimutannya sehingga aku mengoceh beberapa hal yang tidak bisa kutarik kembali.

"Sadarlaaaaah!"

Seandainya Seina berseragam lengkap yang mengejarku tidak memukulku, aku mungkin akan mengoceh lebih banyak hal aneh.

"M-maaf - aku seorang hero. Hero dari Saga empire, Hayato Masaki."
"Ya ampun! Jadi kau Hero-sama!"

Malaikat memanggil namaku dengan suaranya yang seperti lonceng.
Malaikat itu menunjukkan senyum polosnya padaku, tanpa rasa jijik di wajahnya, meskipun perilakuku memalukan.

Malaikat adalah malaikat di dalam maupun di luar. Itu yang terbaik.

"Maukah Kau memberi tahuku namamu."
"Aku Arisa. Putri bungsu Kubooku Kingdom, Arisa Kubooku."

Namanya terdengar akrab seperti orang Jepang.
Gaunnya yang seperti berasal dari Alice in the Wonderland juga cocok untuknya.

"--Anak ini adalah putri tersembunyi."

Seina mengatakan sesuatu di belakangku, tapi aku tidak bisa mengalihkan pandanganku dari malaikat.

"Yang mulia."
"Tolong panggil aku Arisa."
"Putri Arisa--"
"Tolong jangan khawatir tentang penggunaan panggilan kehormatan denganku."

Kuuh, dia terlalu imut.
Aku akan lari untuk memeluknya jika aku tidak memiliki pola pikir Yes Lolita, No Touch.

"Arisa--"
"Ya, Hero-sama."

Hatiku akan meledak karena keimutan yang berlebihan ini.

『Aah, aku sangat ingin memanggilnya sayang!』
『Ufufu, aku tidak terlalu keberatan.』

--Eh?

Putri Arisa menjawab kembali dalam bahasa Jepang ketika aku secara refleks berteriak keras dalam bahasa Jepang.

『Bahasa Jepang, bagaimana bisa?』
『Apakah hero-sama tidak menyadari bahwa rambut ungu menandakan orang yang bereinkarnasi?』
『... Bereinkarnasi.』

Hmm. Kupikir Maryest memberi tahuku tentang hal ini selama pembelajaranku.
Ada orang yang bereinkarnasi dengan rambut dalam Warna Tabu - ungu di dunia ini.

Beberapa dari orang-orang yang bereinkarnasi itu membawa kemakmuran, tetapi karena sebagian besar dari mereka menyebabkan bencana bagi manusia, ada banyak kasus dari mereka yang terbunuh sejak lahir di daerah terpencil.

『Lalu, kau adalah orang yang bereinkarnasi?』
『Ya, benar. Aku tidak terlalu dapat mengingat kehidupanku sebelumnya, tetapi dengan menceritakan beberapa kepingan infatan yang aku lihat dalam mimpiku kepada pengikutku, aku berusaha untuk meningkatkan kehidupan orang-orang. 』

Setelah itu, Seina memberitahuku bagaimana putri Arisa berperan aktif dalam menangani krisis yang menimpa negara ini sampai-sampai dia mendapat julukan [Hidden Princess of Salvation].

『Karena aku masih anak-anak, ada batasan untuk apa yang dapat kulakukan, tetapi itu tidak akan menghentikanku untuk mencoba memperbaiki kehidupan warga negara kita bahkan sedikit pun.』
『Betapa mulia!』

Kemuliaan hatinya tidak terkekang oleh sosok gadis kecilnya.
Tolong bertindak manja di depanku saja.

Pertemuan kami hari ini berakhir dengan Maryest menyeretku kembali, tetapi selama aku tinggal di sini, aku menghadiri banyak pesta teh dengan putri Arisa dan berhasil mengajarinya beberapa skill dan informasi yang berguna.

"Sayang! Aku akan datang mengunjungimu lagi!"
"Ya, Hero-sama. Aku akan menantikannya."

Kami cukup rukun sehingga aku memanggilnya sayang.
Setelah kita selesai dengan perjalanan ini, aku pasti akan mampir ke sini sebelum kita kembali ke Saga Empire.



Hari-hari penuh semangat itu tidak berlangsung lama.

Aku menemukan seorang gadis tidak tahu malu, Salah satu Shiga Eight Blade atau semacamnya, di dungeon terbesar di seluruh dunia, Selbira Dungeon.

"Hmph, kau hero? Kelihatannya tidak bisa diandalkan."

Seorang gadis cantik berambut perak dengan sedikit mata Tsurime dan alis tipis datang menantangku berkelahi.

"Astaga, aku pasti akan memberitahu Zeff tentang cara mendidik muridnya lain kali."
"Hei kau! Kau tidak bisa memanggil nama master begitu saja hanya karena kau seseorang dari Saga Empire!"

Gadis ini bahkan mencela master Burume.
Kau sangat ceroboh, gadis.

"Sebagai murid belaka, Kau tidak punya hak untuk memberi tahu seorang ibu bagaimana mereka ingin memanggil putranya! Selain itu, anak itu adalah salah satu muridku. Artinya kau adalah murid dari muridku. Perkenalkan dirimu terlebih dahulu sebelum membentak seseorang jika Kau benar-benar berpendidikan!”

Meskipun mendapat kecaman dari master Burume, gadis cantik itu menenangkan diri dan menyapa kembali.

"Jadi kau Swordsaint Burume-sama, mohon maaf atas ketidaksopananku. Aku adalah cucu dari Duke Oyugock Shiga Kingdom, Ringrande Oyugock."

Itu adalah perkenalan diri seorang bangsawan sejati.
Itu sama sekali tidak kalah dengan Maryest, seperti yang diharapkan dari bangsawan sungguhan.

"Aku mempelajari dasar-dasar pedang dari Gouen-dono selama pendaftaranku di Royal Academy. Setelah lulus, aku mendapat kesempatan berlatih di bawah bimbingan Sir Julberg atas rujukan Gouen-dono. Saat ini, aku melakukan pelatihan tempur di dungeon."

Kudengar Julberg-san, kursi teratas dari Shiga Eight Blades, adalah pengguna tombak, kurasa dia bisa menggunakan pedang juga yang cocok dengan julukan [Eight Blades].

"Royal Academy - Academy of Knights kan?"
"Tidak, aku terdaftar di Akademi Magic."
"Kau pasti Ringrande-dono yang menghidupkan kembali『 Explosion Magic 』!"

Maryest yang bersemangat ikut campur. Sepertinya dia tahu tentang Ringrande.
Dia dengan bersemangat menceritakan tentang kehebatan Ringrande yang mempelajari spell magic api dan angin tingkat lanjut saat di sekolah dan bahkan mengukir dirinya dalam sejarah dengan menghidupkan kembali magic yang telah lama hilang.

Jadi selain menjadi penyihir yang menyamai Maryest, dia juga seorang pengguna pedang, gadis ini cukup rakus. Apa dia seperti, magic swordman atau semacamnya?
Jika kepribadiannya tidak terlalu rumit, aku akan mengundangnya untuk bergabung dengan kami.

"Jadi, Hero-sama. Maukah kau menyisihkan satu pertandingan untukku? Aku ingin melihat seberapa kuat Hero Saga Empire dengan mataku sendiri."

Aku memeriksa levelnya dengan skill Analysis.

--Level 40 eh.
Levelnya cukup tinggi untuk usianya, tetapi dia tidak bisa menyamai level 60-ku.
Aku menemukan fakta setelah melakukan pertandingan latihan dengan para ksatria bahwa jarak sepuluh level biasanya tidak dapat diatasi. Pengalaman mungkin dapat berpengaruh dalam pertempuran level tinggi, tetapi celah level 20 tidak mungkin dapat diatasi.

"Kau hanya akan melukai dirimu sendiri. Jangan."
"Ya ampun? Jadi hero melarikan diri dari pertempuran?"
"Ketahuilah tempatmu, baiklah, aku akan melawanmu. Jangan menangis jika kau terluka."
"Tolong jangan khawatirkan tentang hal itu. Aku telah membawa seorang priest yang sangat handal dari Duke Capital bersamaku. Dia akan segera menyembuhkanmu tidak peduli seberapa parah luka yang kuterima."

Sial, aku tidak tahan dengan wanita ini.

Aku memutuskan untuk serius dari awal untuk sedikit memberinya pelajaran.

"Uwoo."

Gabungan fire magic dan wind ditembakkan langsung dari awal.
Dia pasti sudah menyelesaikan chantnya dari awal.

Aku dengan paksa menerobos magic yang sengaja dilemahkan Ringrande dengan Flickering Steps.

"Seperti yang diharapkan dari seorang hero-- ■ Little Fire."

Dia sedang merapal spell lain, tapi kemudian dia membatalkannya tanpa ragu dan beralih ke spell lain.

Tapi sial, wanita ini pasti bisa melakukan chant dengan cepat.
Dia akan melemparkan magic lain tepat saat aku menepis sihirnya dengan perisaiku.

Dan meskipun dia menghentikan pergerakanku dengan magic kecil, dia sangat ahli dalam hal itu. Pasti dia telah berlatih oleh master yang melakukan latihan pertempuran sungguhan seperti master Burume.

Ilmu pedangnya juga cukup bagus.
Hampir setara dengan Jerid sang ksatria.

"■■■ Flame Javelin."

Tombak api terbang ke arahku.

Bagaimana ada tombak api lain menunggu di tempatku menghindar, itu cukup mengganggu.
Aku bisa memblokirnya dengan perisaiku, tapi mari kita kalahkan dia disini.

Aku memotong magic itu dengan teknik yang diajarkan oleh master Burume kepadaku dan melesat pergi.

"Memotong magic?!"

Ringrande tidak memiliki peluang untuk menang setelah kehilangan kesempatan untuk chant magic, dia terkapar di tanah setelah beberapa pukulan jarak dekat.

"Aku tidak percaya aku kalah - jika saja aku bisa menggunakan magic ledakan maka ..."

Gadis ini tampaknya sangat benci kalah, Ringrande mencengkeram tanah dengan air mata berlinang.

"Tidak ada [Seandainya] di medan perang. Kau akan mati dan hanya itu. Berikan semua yang kau miliki dalam pertempuran, kabur saat kau akan kalah, itulah cara seorang pejuang."

Master Burume sangat ketat seperti biasanya.

Aku berjalan ke arah Ringrande.

"Kau cukup hebat."
"Apa yang kau inginkan, memamerkan diri di hadapan yang kalah?"
"Cobalah untuk membuat diriku yang hebat ini menggunakan Unique Skillku lain kali."

Aku hanya ingin memotivasinya, tapi aku malah malah memprovokasi dia ketika dia menggeram kearahku.

Ya, jangan berpikir aku akan dapat memahami wanita ini.

Kalau saja dia bisa memiliki setengah dari keanggunan putri Arisa…




TL: Isekai-Chan
EDITOR: Isekai-Chan

0 komentar:

Posting Komentar