Rabu, 16 September 2020

Tate no Yuusha no Nariagari Web Novel Bahasa Indonesia : Chapter 161. Kunjungan Tuan Putri

Chapter 161. Kunjungan Tuan Putri


Dengan kecepatan Filo saat ini, kita dapat mencapai desa dalam 4 hari atau lebih.
Selama perjalanan, kami bertemu dengan beberapa monster, monster tersebut dapat kami kalahkan dengan mudah bahkan kami menjadinya sebagai bahan makan. Perjalanan kami berjalan dengan lancar.
Para budak yang baru pertama kali memakan masakanku selalu memiliki reaksi yang sama. Apakah masakanku sangat enak?
Akan tetapi, Fohl terlihat kesal saat Atla memuji masakanku.
Ini merupakan malam ketiganya.

“Tuan Naofumi… um… maaf, bisakah kau mengganti perbanku?”
“Biar aku yang melakukannya!”
“Sebaiknya aku saja yang melakukannya. Aku juga harus menberi obat oles lagi padanya.”
“Sial…”

Obat-obatan tersebut sepertinya bekerja dengan baik lalu kulitnya  Atla mulai membaik. Tapi, dia mengeluh gatal-gatal jadi aku harus mengganti perbannya.

“…Hmm? Kulitmu yang sebelumnya terluka, sekarang sudah terlihat lebih baik.”
“Be,benar.”

Ketika Fohl menatap adiknya dengan takjub, dia seperti kehilangan jiwanya.
Dia terlihat senang sekali. Yaaa, ini benar-benar sebuah keajaiban untuk Atla bisa sembuh. 
Kemudian, aku melepas perban yang menutupi wajah dan langsung memeriksanya.

“Wow….”

Saat melihat kondisinya, Raphtalia mengeluarkan suara tanpa sengaja. Tidak biasanya dia seperti ini. Raphtalia biasanya selalu tenang dan memperhatikan dengan seksama tanpa mengeluarkan suara yang dapat menghancurkan ketenangannya. Mungkin, memang harus seperti itu.
Ekspresi Fohl yang penuh luka itu terlihat menjadi bersih. Saat aku melihat kearah Atla, aku juga terkejut saat melihat wajahnya.
<EDN: Bayangkan wajah yang jadi mulus ketika lihat orang yang disukai>
Meskipun dia telah menjadi budak, namun rambutnya masih terlihat mengkilap dan meskipun terlihat pucat namun kulitnya masihlah lembut.
Aku jadi penasaran dengan umurnya… Kakaknya telihat seperti berumur 12 atau 13, jadi seharusnya dia lebih muda dari itu….
Matanya terlihat fokus dan sangatlah indah. Aku baru saja tahu bahwa ketika orang buta yang membukakan matanya akan terlihat seperti ini.
Pedagang Budak itu mengatakan hal buruk mengenainya, namun sebenarnya dia itu bisa menjual budak ini dengan maksud yang lain, benarkan?
Namun, itu bisa terjadi ketika penyakit kulitnya telah sembuh.

“Aku merasa lebih baik. Tuan Naofumi, terima kasih banyak…. Karena sudah mengobatiku dengan baik.”
“Hmm…”

Aku kehabisan kata-kata. Raphtalia dan Filo, wajah mereka bisa dianggap lumayan cantik. Tapi Atla, sepertinya dia lebih cantik dari mereka.
Dia memiliki penampilan seorang anak kecil, dan sangatlah mirip seperti sebuah boneka....
Fohl terlihat menjatuhkan air matanya.

“Ohhh… Atla, kau menjadi sangat cantik.”

Fohl! Apa-apaan kau ini! Kau ini seperti seorang ayah yang sedang melihat putri kesayangannya berada di panggung pelaminan!

“Sepertinya pengobatannya berjalan lancar. Mulai sekarang kau tidak perlu menggunakan obat oles lagi.”
“Benarkah?”

Atla yang tidak bisa melihat mulai menyentuh wajahnya sendiri.

“Bagian yang kasar sudah tidak kasar lagi.”
“Sepertinya begitu.”
“Ini semua berkatmu, Tuan Naofumi. Terima kasih banyak.”

Atla membungkukkan kepalanya.

“Tidak apa.”

Beberapa budak mengintip dari celah dalam kereta dan berbisik. Aku dapat mendengar mereka mengatakan ‘cantik’.
Dia belum benar-benar sembuh sekarang, tapi tidak lama lagi dia akan sembuh total. Seperti yang kuharapkan dari Obat Yggdrassil. Hasilnya sangat luar biasa.

“Baiklah, Fohl. Sekarang kau sudah mengerti semua ini?”
“….Iya.”

Karena perkataanku padanya, Fohl mulai kembali ke kenyataan dan mengganguk dengan terpaksa.
Aku sudah menyembuhkan adiknya. Jadi aku akan membuatnya bekerja dengan sangat keras.

“Tuan Naofumi.”
“Ada apa?”
“Tolong beritahu kami… Apa yang menunggu kami di desa yang sedang kita tuju? Dan juga Raphtalia-san, Tolong beritahu kami.”

Saat sedang dalam perjalanan seperti ini, aku biasanya mengolah bahan dari monster, membuat obat-obatan, dan belajar mantra sihir. Tapi, sekarang aku sedang tidak melakukan hal-hal tersebut.
Hmm… akan aku beritahu mereka.

“Hari-hari dimana aku memerintah mereka untuk berkerja penuh dengan sik----”
“Naofumi-sama!”

Raphtalia berisik sekali.
Padahal aku hanya ingin sedikit menakuti mereka.
Raphtalia sangat membenci lelucon buruk seperti ini.
Mungkin, karena dulu aku pernah menakutinya.

“Tsk! Hmm….”

Aku dan Raphtalia menjelaskan keadaan desa dan apa yang menjadi tujuan kami dimasa depan.
Setelah melihat keadaan Atla saat ini, kurasa kemampuanku membuat obat-obatan sudah semakin lebih baik.


Keesokan harinya.

“Kita Sampai~”

Para budak menyambut Filo di depan Desa. Filo memutuskan untuk bermain dengan mereka.

“Ah, Selamat datang~ Sepertinya aku sampai lebih dahulu.”

…..Bagaimana bisa Sadina sampai lebih dulu?
Sullit dipercaya, dia tidak mungkin lebih cepat dari Filo. 

“Kau cepat sekali.”
“Hmph…. Jika Firo serius, kita bisa saja sampai lebih awal!”
“Kenapa kau tiba-tiba kesal, Filo.”

Filo menatap Sadina dengan pandangan iri sambil bergumam. 
Apakah ini harga dirinya sebagai hewan tunggangan?
Itu tidak penting…. Bahkan Sadina tidak menanggapinya.
Meskipun, akhir-akhir ini Firo lebih sering menarik kereta yang berisi budak sakit dan masih belum berpengalaman dalam perjalanan.
Akan merepotkan jika dia menarik kereta dengan serius.

“Onii-sama, apa kau baik baik saja?”
“I-Iya… Aku bai--Ugh.”

Tidak dapat dipercaya, Atla tidak mabuk kendaraan.
Yaa, aku harus mengingatkan Filo nanti, untuk harus berjalan pelan-pelan ketika ada orang sakit di dalam kereta.

“Jadi ini… Desamu, Tuan Naofumi.”

Atla sedang mengamati desa, padahal dia tidak dapat melihat.

“Apa kau sekarang sudah bisa melihat lagi?”
“Tidak, namun aku bisa merasakan auranya…”

Hmm, Dia sering sekali berbicara seperti itu.
Luar biasa, jika dia tidak merasa terganggu dengan kebutaannya.
Tapi, aura…

“Bagus sekali kau telah kembali. Aku mulai tidak sabar lagi menunggu karena banyak sekali berita yang harus aku laporkan.”

Ksatria Wanita datang menghampiriku, bersama Melty.
Melty terlihat sangat marah sampai muncul asap dari kepalanya.
Mungkin, dia melakukan sesuatu dengan histeris.

"Kenapa kau pergi, padahal aku sudah bilang pada Filo kalau aku ingin berkunjung ke tempatmu, Naofumi!"
"Ah, karena kau membicarakannya. Aku baru ingat."

Dia sangat marah.
Padahal aku benar-benar lupa mengenai kunjungannya kemari.

"Saat aku datang ke desa, Naofumi sudah pergi dan Filo-chan juga tidak ada disini. Jadi tidak ada alasan lagi untukku berada disini!"
"Maaf. Jadi, kapan kau akan pulang?"
"Padahal aku sudah menunggu sangat lama disini. Bukankah kau sudah keterlaluan untuk menanyakan itu?"
"Itu karena kau adalah seorang putri."
"Memangnya kenapa jika aku seorang putri!"

Aneh saja jika calon Ratu selanjutnya dari kerajaan manusia datang mengunjungi desa Demi-Human.

"Aku mendapatkan perintah dari Ibunda."
"Ah, jadi seperti itu."

Sepertinya Ratu masih merencanakan agar aku menikah dengan Melty.
Yaa, di posisinya sekarang memiliki menantu Hero Perisai sangatlah menguntungkan.

"Jadi, berapa lama kau akan tinggal disini?"
"Selamanya! Aku diperintahkan oleh Ibunda agar membantu mengurus wilayahmu, Naofumi! Untuk belajar mengelola desa atau kota untuk masa depan.... Aku dipaksa melakukan pekerjaan yang sangat merepotkan."
"Orang tuamu sangatlah aneh. Terutama dkepalanya."

Ayah dan Ibunya, keduanya sama-sama aneh.
Dia lebih berkuasa dibanding kakaknya, tapi diumurnya yang sekarang, belajar cara mengelola wilayah sangatlah sulit. Bukankah ini berlebihan.
Aku tidak bisa berkata banyak, karena menggunakan pertumbuhan pesat dari Demi-Human untuk mempekerjaan mereka semaksimal mungkin.

"Diamlah! Aku sudah tahu."
"Ya sudah, kalau begitu pergilah bermain dengan Filo."
"Kenapa! Apa kau tidak mendengarkanku?"

Aku mendengar dan sudah menyimpulkannya, tapi.... sudah begini saja.
Melty mungkin akan semakin marah jika aku terus berdebat dengannya. Jadi aku berencana untuk menghindari itu.

"Hei Filo, Pergilah bermain dengan Mel-chan."
"Okay~"
"Tung.... Firo-ch—Aku belum..... selesai berbicara dengan Naofumi----"

Kemudian, Melty yang memberontak dibawa pergi jauh oleh Filo.
Dengan begini situasinya akan lebih tenang.
Seperti dugaanku, Filo sangatlah tepat saat berhadapan dengan Melty.

"Iwatani-dono, bisakah kau memperlakukan Putri Melty sedikit lebih baik?"
"Seperti itulah hubungan pertemanan kami. Tenanglah, dia itu orang yang kuat."
"Benarkah? Dia terlihat sangat kecewa saat mengetahui Iwatani-dono tidak ada disini."
"Itu karena Filo tidak ada disini. Mereka adalah sahabat baik."
"Kupikir tidak seperti itu... Kurasa itu karena kegigihan Putri Melty, dia masih berada disini."
"Apa maksudmu?"
"Lupakan saja. Ada informasi yang lebih penting."
"Apa wanita dan bocah itu akhirnya membuat masalah?"

Yang kumaksud adalah Rat dan Taniko.
Setiap kali aku meninggalkan desa dalam waktu yang lama, pasti ada saja sesuatu yang terjadi.

"Tidak, mereka tidak membuat masalah."
"Benarkah?"
"Mereka terlihat senang saat bermain-main dengan monster."
"Mereka seharusnya bekerja, bukan malah bermain!"

Makna dari mereka tidak membuat masalah itu salah!
Apa maskudnya dengan mereka bermain-main?!
Sial... Meskipun mereka tidak membuat masalah, tetapi sama saja jika tidak bekerja.

"Jadi? Apa masalahnya?"
"Ya, ini bisa dibilang ada hubungannya dengan wanita itu, jadi ikutlah denganku menuju gudang sebentar."
"Ada apa disana?"
"Ikut saja denganku."
"Baiklah kalau begitu, tunggulah sebentar."

Setelah aku memastikan para budak turun dari kereta, Aku memanggil para budak yang ada di desa untuk datang.
Kemudian aku memberi isyarat kepada Imiya untuk datang kemari. Apakah dia sedang membuat lubang?

"Imiya. Aku membawa beberapa orang yang mungkin kau kenal."
"Eh? Ah, Paman!"
"Oh, Ternyata itu benar-benar kau, Imiya. Nampaknya kau sudah besar."

Imiya dan Lumo lainnya berkumpul dengan gembira.

"Terima kasih banyak! Hero Perisai-sama!"
"Eh? Dia adalah Hero Perisai-sama!?"

Coba kuingat kembali.... Aku belum memberitahunya.
Keluarga Imiya membungkukkan kepalanya.
Perasaan mereka mulai berubah menjadi lebih menghargaiku. Tetapi, ada pula yang tidak terlalu peduli.

"Aku ingin agar kalian mengerjakan sebuah pekerjaan yang mementingkan ketelitian yang tinggi. Bisa kalian lakukan?"
"Kami berhutang nyawa kepadamu. Kami akan melakukannya."
".....Apa kampung halaman kalian berada di Silvelt?"
"Bukan... Legenda Hero Shield-sama sangatlah terkenal dan kami  juga telah mendengar rumornya. Terlebih lagi, kau telah mempersatukan kami dengan Imiya."
"Aku tidak tahu apakah tempat ini akan cukup untuk kalian, tapi aku ingin agar kalian tinggal disini dengan nyaman. Oleh karena itu, aku ingin kalian bekerja dengan baik."
"Baik!"

Aku akan menjelaskan pekerjaan mereka yang lebih spesifik nanti saja.
Sekarang aku ingin agar mereka beradaptasi tinggal disini terlebih dahulu.

"Sekarang, kalian para budak baru perkenalkanlah diri kalian dan berbaurlah dengan budak-budak lainnya."

Mereka semua mulai memperkenalkan diri dan berinteraksi. Desa ini mulai menjadi lebih hidup.

"Um, dimana tempat kami akan tinggal itu dimana?"

Salah satu dari budak ras aquatic menanyakannya.
Tentu saja mereka akan kesulitan jika tinggal di desa atau didalam camping plant.

"Kalian bisa tinggal di dekat laut bersama Sadina."
"Ah, Baik..."

Beastmen yang tampak seperti lumba-lumba dan gurita menganggukkan kepalanya.
Ah, kurasa mereka terkejut setelah mengetahui bahwa diriku adalah Hero Perisai.

"Kalian nampaknya cukup kuat. Kalian akan segera mendapatkan pekerjaan, tapi aku ingin menaikkan level kalian terlebih dahulu agar dapat menjaga diri kalian sendiri."
"Aku mengerti."

Beastmen yang seperti gurita melambaikan tangannya dan berjalan ke arah laut.
Sedangkan yang mirip lumba-lumba.... Aku tidak terlalu memperhatikannya, tetapi jika aku bandingkan dengan Sadina dia nampaknya lebih pendek. Dan bulat.
Apa ini karena usianya? Ini seperti Raphtalia saat dia masih kecil. Sebaiknya aku tidak perlu menanyakan jenis kelami mereka. Akan menjadi hal buruk jika ternyata dia adalah wanita saat kupikir dia adalah laki-laki.
Terlalu banyak wanita adalah hal buruk, jadi akan menjadi lebih baik jika aku tidak mengetahuinya.

"Lalu, Fohl dan Atla....."

Kakak beradik itu.... Fohl sedang menggendong Atla dan memperkenalkan dirinya kepada Kiel dan yang lainnya.
Fohl nampaknya terlihat tidak nyaman, sedangkan Atla sangat senang berbicara dengan teman-teman barunya.
.....Seberapa jauh Filo dan Melty pergi?
Apa yang harus aku lakukan jika mereka tidak memperkenalkan diri mereka disini?

"Maaf membuatmu menunggu."
"Tidak apa. Setelah melihat Iwatani-dono tadi, aku menjadi lebih termotivasi."
"Kenapa?"
"Karena perkataan dan perlakuanmu untuk desa ini, semua orang sangat tertarik untuk terus berkembang."
"Begitu..."

Aku hanya memikirkan yang lebih efisien saja....

"Sangat jarang sekali ada orang seperti itu. Iwatani-dono benar-benar seorang Pahlawan."
"Tidak perlu memujiku. Aku hanya melakukan ini untuk keuntunganku sendiri. Dan juga mereka bekerja karena keinginan mereka sendiri."
"Fufu... Karena itu Raphtalia selalu cemburu."
"Huh?"

Aku tidak mengerti apa yang dia katakan.
Apa Raphtalia pernah bercerita sesuatu kepadanya?

"Jadi apa yang ingin kau laporkan?"
"Seperti yang kukatakan sebelumnya, mari kita pergi ke gudang. Rat juga sudah menunggu disana."
"Huh?"

Kenapa Rat juga ada disana?
Kemudian aku berjalan kearah gudang bersama Ksatria Wanita.


PREVIOUS CHAPTER          NEXT CHAPTER


TL: Chopin
EDITOR: Isekai-Chan
Proofreader: Bajatsu

0 komentar:

Posting Komentar