Senin, 12 Agustus 2019

Tate no Yuusha no Nariagari Light Novel Bahasa Indonesia Volume 7 : Chapter 12 - Jantung Roh Kura-kura

Volume 7
Chapter 12 - Jantung Roh Kura-kura


"Apakah anda baik-baik saja ?!" Rishia bersama pasukan datang berlari untuk menemui kami.

"Kami menemukan jantungnya."

"Oh!" Seruan pasukan serempak.

Mereka belum menyadari masalahnya. 

Kami tidak akan memiliki banyak keberuntungan jika kami hanya mencoba untuk berbaris di terowongan.

"Bagaimana kabar semua orang yang bertahan di sini?"

“Monster menyerang sembilan kali saat anda pergi. Ada beberapa korban."

“Pasukan akan ikut dengan kami. Serangan monster akan menjadi lebih kuat, jadi pastikan kau siap untuk itu. Aku tidak bisa melindungi semua orang setiap saat. aku akan melakukan apa yang kubisa, tetapi pastikan kau dapat melindungi dirimu sendiri!"

Kelompok pasukan bersorak dan mengangguk.

Sekarang, meskipun kekuatan mereka tidak meyakinkan, aku harus membawa mereka untuk melawan jantung itu. Berapa banyak dari mereka yang akan gugur?

Berbagai kecemasan muncul di benakku ketika aku memimpin pasukan menuju terowongan bawah tanah yang kami temukan sebelumnya. Dalam perjalanan ke sana, aku memberi tahu mereka tentang bagaimana jantung menyerang kami dan tentang berbagai serangan yang digunakannya. Aku mengatakan kepada mereka bahwa aku akan menggunakan Shooting Star Shield, Air Strike Shield, dan Second Shield untuk melindungi mereka dan bahwa aku ingin mereka menunggu serangan musuh selesai sebelum mereka mencoba serangan balik.

"Seperti yang diharapkan dari pahlawan perisai. Terima kasih telah merencanakan strategi ini untuk melindungi sebanyak mungkin pasukan.”

"Ya, baiklah.."

Jika aku akan melindungi mereka, aku harus berasumsi bahwa jantung tersebut akan membalas dengan serangan yang lebih kuat daripada yang sebelumnya. Aku hanya ingin memastikan mereka siap menghadapinya.

“Ada juga banyak gumpalan sel darah putih yang tampaknya juga monster. Kami tidak punya waktu untuk mencari tahu bagaimana mereka menyerang, jadi waspadalah."

"Roger!" Teriak pasukan.

Kami bertemu banyak familiar di jalan, tetapi kami mampu mengatasinya dengan kekuatan gabungan Raphtalia, Filo, Ost, Eclair, wanita tua, Rishia, dan Ratu serta pasukannya.

Ketika kami maju ke titik di mana dinding-dinding batu digantikan dengan daging yang berdenyut, pasukan itu tampak jijik. Dan ketika suara detakan menjadi lebih jelas, mereka semua menjadi lebih tegang dan serius.

Kami berhasil mencapai serangkaian pintu yang dibuka dan ditutup dengan urat merah dan biru. Pasukan tidak pernah benar-benar mengetahui apa yang seharusnya mereka lakukan terhadap pintu, tetapi kami terus maju dan berhasil melewatinya.

Raphtalia dan Filo mengawasi bagian belakang barisan dan melindunginya dari monster mana pun yang menyerang dari belakang.

Masalah terbesar yang kami temui adalah ketika monster seperti parasit tiba-tiba muncul dengan merobek dinding daging. Mereka mengepung kami dalam sekejap, dan kami tidak dapat merespons secepat yang kuinginkan.

Kami kehilangan beberapa orang, dan moral pasukan memburuk karenanya. Nasib mengerikan menunggu siapa pun yang terjebak dalam salah satu serangan imunitas (sistem kekebalan tubuh) monster. Orang-orang terhisap dan melebur tepat di depan mata teman-teman mereka. Beberapa pasukan dengan perut lebih lemah muntah ketika mereka melihatnya.

"Terus bergerak! Jika kau berhenti di sini, kau hanya akan berakhir sebagai umpan untuk monster-monster ini! Teman-temanmu yang telah gugur tidak akan menginginkan itu!” Aku melindungi pasukan sementara Raphtalia dan Filo mengurus monster-monster itu.

Akhirnya, kami berhasil sampai ke pintu terakhir, tempat aku memerintahkan shadow untuk berjaga di sisi lain pintu ini.

"Hei!" Aku berteriak, dan pintu terbuka. "Apa ada masalah saat kami pergi?"

"Jika kami mendapat masalah, aku tidak akan bisa membukakan pintu ini untukmu."

"Baguslah."

Mereka sangat pandai bersembunyi dan tidak mendapat masalah saat kami pergi.

“Baiklah, dengarkan! Jantung ada di sana. Apakah kalian siap untuk menggunakan mantra penyegel?"

"Iya. Tetapi Anda harus melemahkan jantung terlebih dahulu supaya mantra itu efektif."

Kukira itu masuk akal. Raphtalia dan Filo cukup kuat untuk mengalahkannya satu kali sebelumnya, dan sekarang kami memiliki lebih banyak orang. Aku tidak berharap akan ada banyak masalah. Dan dengan Rishia, sang Ratu, dan semua pasukan yang mengerjakan mantera itu, aku merasa seperti ini semua akan berhasil.

"Begitu kita memulai mantera, akan butuh sedikit waktu hingga mantera dapat digunakan."

"Aku akan membuat jantungnya sibuk."

Pertempuran lainnya kah. Betapa indahnya.

"Apakah ada cara lain yang bisa kau persiapkan untuk mantera sebelumnya?"

"Sayangnya tidak. Mantra itu hanya efektif pada rentang waktu tertentu, dan kita tidak bisa bergerak begitu kita memulai melantunkan mantra.”

Jadi kami tidak punya pilihan ya. Baiklah — aku punya perisai, dan ini dibuat untuk itu. "Aku akan melindungi pasukan saat kalian mulai melantunkan mantera. Kalian semua bunuh monster yang tampaknya akan menyerang kita. Raphtalia, Filo, kalian berdua fokus untuk melemahkan jantung.”

"Saya mengerti!"

"Okaaay!"

"Diterima!"

Rishia mengintip dari tudung kigurumi-nya. "Apa yang harus aku lakukan?"

"Kau bisa . .”

Aku harus berhati-hati dengan apa yang akan kupercayakan kepadanya. Dia lebih berguna daripada pasukan, tapi aku juga tidak bisa memintanya untuk bekerja sama dengan Raphtalia. Dia bergerak lebih cepat daripada biasanya, dan dia juga penyerang yang lebih baik, tetapi aku masih tidak merasa nyaman menempatkannya di garis depan. Rengekannya yang tanpa henti tidak membantu. 

“Kau bisa membantu mantra dukungan dari lini belakang. Jangan maju ke depan. Hal terpenting yang dapat kau lakukan adalah mengawasi pertempuran dan memberi tahuku ketika sesuatu yang tidak terduga terjadi.”

"Oh, um. . . Baiklah."

Hanya itu yang bisa kupikirkan untuk saat ini.

Kami menemukan jam pasir sedikit lebih jauh ke bawah terowongan. Pasukan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Mereka jelas takut akan hal itu.

Hah? Itu tampak seperti memiliki sedikit lebih sedikit pasir di dalamnya daripada saat terakhir kali kita melihatnya. Mungkin hanya perasaanku saja.

Terowongan itu bergetar, jadi beberapa pasir mungkin baru saja bergeser dan menetap.

Cukup. Sudah waktunya untuk menyelesaikan ini.

"Itu. . . itu jantungnya." Pasukan itu terdiam ketika mereka melihatnya. Bagaimanapun juga, itu adalah pemandangan yang sangat menakutkan.

Jantung menyadari kedatangan kami dan mengisi ruangan dengan raungan yang keras. Matanya terbuka lebar, dan seluruh jantung mulai berdetak lebih keras. dia pasti mengingat kami.

Baiklah. Kami akan menjadi orang terakhir yang pernah dilihatnya. Kami tidak akan mundur kali ini.

"Ayo maju!" Teriakku. Pasukan berteriak kembali dan segera mulai mempersiapkan upacara mantra penyegelan. Filo dan Raphtalia berlari ke garis depan dan mulai menyerang jantung. Pasukan non-penyihir mengeluarkan senjata mereka dan melawan para familiar yang terlalu dekat dengan yang lain. Aku terus mengamati mantra dan menggunakan skill Hate Reaction, Air Strike Shield dan Second Shield untuk melindungi pasukan dari kerumunan familiar. Terkadang aku mengganti perisai ketika familiar terlalu dekat.

Aku menggunakan banyak SP, tetapi aku bisa menjaga kestabilan stok SP-ku dengan menggunakan Soul Eater sesekali. Efek pemulihan (kecil) SP cukup membantu. Jantung mulai mempersiapkan tembakan besar sinar panas.

Itu berarti bahwa sudah waktunya untuk beralih ke Whale Magic Core Shield. "Tuan Naofumi! Terlalu banyak familiar!”

"Aku tahu! Mereka tidak akan menyerah!"

Terakhir kali kami bertarung dengan jantung, kami hanya bertukar beberapa serangan, karena semuanya berakhir dengan sangat cepat. Karena itu, kami tidak punya waktu untuk menilai jumlah bantuan yang didapatkan jantung dari para familiar. Mereka datang berkerumun dari segala arah. Dari lantai, langit-langit, dinding — di mana-mana! Pada saat yang sama, jantung sibuk menembak kami dengan sinar panas. Ada terlalu banyak hal yang harus kutangkis sekaligus.

Mata jantung mengarah ke para penyihir jauh di dalam persiapan upacara sihir mereka. Mata itu memelototi mereka.

Apa sekarang? Apakah mata itu akan meledakkan mereka dengan sinar panas?

Lantai di bawah jantung berubah warna, dan aku segera menyadari bahwa itu adalah pola yang mirip seperti sebelumnya. Dia akan menggunakan serangan gravitasinya! Polanya mulai berputar cepat.

Tidak!

Aku berlari untuk berdiri di depan para penyihir dan aku menyiapkan perisaiku. Tepat pada waktunya — mata tersebut terbuka dan memancarkan sinar panas yang besar.

"Ugh!"

Beberapa orang terperangkap dalam ledakan itu, dan mereka langsung menguap, tanpa meninggalkan jejak. Aku menangkis beban ledakan dengan perisaiku, dan kekuatannya mendorongku mundur beberapa langkah.

"Ugh."

Sinar itu sangat besar. Jika ini adalah game, itu akan menjadi serangan pamungkas. Itu adalah serangan terkuat yang digunakan jantung. Untungnya, itu masih jauh lebih lemah daripada serangan Spirit Tortoise yang kami hadapi di luar. Tapi kau akan mati jika dia menyerangmu langsung.

Aku berharap itu tidak akan berlangsung selamanya, seperti serangan monster mimic itu.

"AARRGH!" Aku mengubah sudut perisaiku dan memantulkan sinar ke atas. Sinar panas membakar langit-langit daging ruangan itu, dan semburan darah menghujani kami.

Kami berada di dalam tubuh musuh, dan itulah fakta yang harus kumanfaatkan. Tapi tetap saja, hanya beberapa saat sebelum daging tumbuh kembali dan membuatnya seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

"Tuan Naofumi! "

"Apakah kau baik-baik saja?"

"Aku baik-baik saja."

Serangan yang kami alami di luar tubuh lebih kuat. Serangan dari jantung bukanlah sesuatu yang tidak bisa kutangani.

"Apakah kau siap untuk menggunakan mantra penyegelan?"

"Kami perlu waktu sedikit lagi!"

"Baiklah! Siapa pun yang masih bertarung, serang jantung dan lemahkan dia! Ingat, kita tidak berusaha membunuhnya!"

"Okay!"

"Okaaaaaaay!"

Raphtalia dan Filo telah menunggu sinyalku untuk menggunakan serangan khusus mereka.

"Ying-Yang Sword!"

"Punch Quick!"

Dengan kerusakan yang disebabkan oleh pantulan sinar panas ke langit-langit dan serangan berat Filo dan Raphtalia, tempat ini mulai bergetar hebat.

Apakah mereka belum siap?

Monster itu terpenuhi dengan energi kehidupan sehingga ia pulih dengan sendirinya dalam sekejap. Bagaimana kita bisa "melemahkan" monster seperti itu?!

Yang bisa kulakukan adalah membuat semua orang fokus untuk menyerangnya. Tapi aku mulai mendapat firasat buruk.

"Bagaimana dengan itu?"

"Terima ini!"

Raphtalia dan Filo terbang maju dan memotong sejumlah otot yang terhubung ke jantung.

“. . . ?! ”

Jantung segera mulai kesulitan berdetak. Kau bisa tahu dengan melihatnya sekilas. Itu seharusnya memberi para penyihir cukup waktu untuk membaca mantera mereka.

"Kami siap!"

"Bagus! Lakukan!"

"Roger!"

Para penyihir semua berteriak serempak. "Kami adalah sumber dari semua kekuatan, dan kami perintahkan kau. Dengarkan kebenaran ini dan perhatikan. Memasang pasak untuk menghentikan Roh Kura-kura, salah satu dari empat roh kehancuran!"

Apa itu bekerja?

Jantung mulai berkedut. Sel darah putih yang berbentuk seperti gumpalan menutupi permukaan dan kemudian melesat ke segala arah!

" High ceremonial magic?"

Gumpalan itu terbang di udara. Tidak ada waktu! Aku cepat-cepat mengunakan Shooting Star Shield, Prison Shield, Air Strike Shield, dan Second Shield untuk melindungi para penyihir.

"Ugh!"

"Ahhh!"

"Sial!"

Aku tidak cukup cepat untuk menyelamatkan mereka semua. Beberapa gumpalan berhasil melewatiku.

Aku menjaga perisaiku dan berbalik untuk melihat dampaknya. Itu lebih buruk dari yang ku harapkan.

"Apa kau baik baik saja?"

“Maaf, kami gagal. . "Salah satu penyihir berkata, kepalanya tergantung.

"Masih ada waktu! Laporkan!"

“Kami kehilangan beberapa orang! Saya akan melaporkannya kembali!"

Bagaimana kabar garis depan? Aku berbalik untuk mencari Raphtalia dan Filo yang jelas kelelahan. Bahu mereka terengah-engah. Mereka menemukan celah dalam pertempuran dan berlari kembali padaku, wajah mereka pucat.

"Apa kau baik baik saja?!"

“Raphtalia! Apa yang terjadi?!"

Eclair berlari ke sisi Raphtalia untuk mendukungnya, dan mereka berdua menghampiriku. Sebaliknya, Filo tampak seperti melakukannya lebih baik. Wanita tua itu pasti menghindari serangan itu sepenuhnya.

"Saya . . . baik . . . tetapi sihirku . . . Kekuatan sihirku . . . "

"Ya, um. . . Benda itu mencuri kekuatan sihir kita!”

Sialan. Ini tidak berjalan dengan baik. Jantung memiliki serangan menyerap sihir yang sama seperti yang dimiliki kepalanya.

Laporan dari para penyihir sudah siap.

"Sejumlah orang telah mati karena kehilangan kekuatan sihir mereka!"

"Apa kita masih bisa bertahan?"

"Iya. Terima kasih, berkat anda, kami masih bisa menggunakan mantra penyegelan.”

"Baik."

Efek negatif dari kemampuan menguras itu terbukti lebih berguna daripada yang kuharapkan. Kami benar-benar dirugikan, tetapi kami masih bisa menahannya sendiri. Kami tidak harus mundur sekarang.

"Aku tahu ini sulit, tapi siapkan mantera selanjutnya!"

"Dimengerti!"

Jika jantung akan menyerang, ia akan menggunakan sinar panas berikutnya. Benar saja, dia mulai mengisi tenaga untuk serangan itu.

Aku berlari untuk melindungi para penyihir dan bersiap untuk membelokkan sinar lagi.

“. . . ! ”

"Sialan."

Serangan itu bahkan lebih kuat daripada yang sebelumnya! aku masih bisa menahan serangannya dengan Whale Magic Core Shield, tetapi serangan terbaru ini adalah yang terkuat. Aku bisa merasakan kulit di tanganku mulai hangus. Rasanya mengerikan.

Gumpalan putih telah kembali ke jantung, dan mereka tampaknya meningkatkan peningkatan kekuatan pancaran panasnya. Perisai mampu menahannya, tapi itu sangat panas sehingga mulai menyakitiku. Aku mulai terluka.

"Ughhhh."

Aku berjuang untuk membelokkan sinar itu ke atas. Dengan semua kekuatan tambahan di belakangnya, itu sangat sulit. Aku takut tidak bisa mengendalikannya. Itu seperti mencoba membuka payung dalam badai angin yang kuat. Jika aku tidak bisa mengendalikan sudutnya, aku mungkin akan melenyapkan pasukan!

"Hei! Jangan sampai kau menyakiti master dengan energi yang kau curi dariku!"

Filo berteriak dan bersiap untuk menyedot kekuatan sihir kembali ke dalam dirinya.

"Semuanya, jauhkan monster dari Filo!"

"Baik!"

"Dimengerti!"

"Oh. . . Baik!"

Raphtalia dan Eclair, bersama dengan Rishia dan wanita tua itu, semuanya berlari membentuk sebuah lingkaran di sekeliling Filo. Mereka membunuh semua monster yang mendekat.

"Schwooooooooop!"

Filo mulai mengisap banyak udara, begitu banyak sehingga aku bisa merasakan angin yang ditimbulkannya pada kulit ku. Setiap gumpalan putih yang berusaha untuk kembali ke jantung berhenti di udara dan berbalik arah. Filo menarik mereka semua, dan mereka tidak bisa kembali ke jantung.

Akhirnya, intensitas gelombang panas mulai melemah.

"Oh! Monster milik Holy Saint sangat mengesankan! Aku tidak berpikir bahwa dia akan menguasai aspek Hengen Muso secara rahasia!"

Tidak ada waktu untuk terkesan!

"Hei, wanita tua, jika kau juga bisa melakukannya, lakukanlah!"

"Tentu saja!"

Wanita tua itu mulai menyedot udara seperti yang dilakukan Filo.

Hah? Semakin banyak udara yang ia tarik, semakin banyak kulit wanita tua itu mulai berubah. Dia tampak seperti semakin muda.

"Kerja bagus, kalian berdua!" Aku berteriak. Filo, sekarang bulat seperti bola, melambai padaku.

"Ambil ini kembali!" Teriak Filo. Dia menghembuskan napas dengan tajam ke arah jantung, dan sesuatu yang tampak seperti bola udara terkonsentrasi menembus ruangan.

“Teknik Hengen Muso! Full Moon!"

Wanita tua itu memutar-mutar lengannya sebelum menarik kedua telapak tangannya dalam pose yang sering kulihat dalam game pertarungan. Sebuah bola sihir terbentuk di antara kedua tangannya, lalu melesat melintasi ruangan menuju ke jantung.

Untuk lebih spesifik, itu hanya seperti gerakan yang kau dapatkan ketika kau menekan bawah, bawah kanan, dan kanan di controller. 
<TLN : kayak hadouken nya ryu di street fighter>

“. . . ! ”

Jantung membentuk medan kekuatan di sekitarnya untuk memblokir serangan. Pada saat yang sama, semua familiar di ruangan berbalik dan terbang ke arah bola sihir, mencoba menghentikannya sebelum bisa mencapai jantung. Tetapi mereka tidak cukup kuat. Bola udara tersebut merobek mereka berkeping-keping tanpa memperlambat pergerakannya.

Selama satu menit, semua kekuatan di ruangan itu terfokus pada bola sihir. Jika para penyihir akan menggunakan mantra penyegelan, sekaranglah saatnya.

"Lakukan sekarang!"

"Baiklah!"

"Kami adalah sumber dari semua kekuatan, dan kami perintahkan kau. Dengarkan kebenaran ini dan perhatikan. Mendorong pasak untuk menghentikan Roh Kura-kura, salah satu dari empat roh kehancuran!"

Cahaya yang sangat besar muncul di udara yang mengelilingi jantung. Jantung sangat terfokus pada serangan wanita tua dan serangan Filo sehingga terkejut menemukan dirinya dikelilingi oleh pola-pola sihir yang berputar-putar.

"High ceremonial magic: Seal!"

Cahaya tersebut berlipat ganda sampai ada banyak lapisan yang saling menumpuk, lalu akhirnya menyelimuti jantung.

“. . . ?! ”

Buk . . Buk . . B. . . uk. . . bu. . .

Jantung berdetak semakin lambat. Lalu semuanya berhenti secara bersamaan.

"Yeah!"

Seluruh ruangan bersorak sorai.

"Kita berhasil!"

Wah . . tapi itu mengecewakan. Ost tampaknya merasakan hal yang sama, dan Ratu tidak dapat menyembunyikan kekhawatiran yang tertulis di wajahnya.

Jika kami bisa mengulur waktu di sini, setidaknya kami dapat fokus untuk menemukan intinya.

"Aku akan mengembalikan ini, kakak!"

"Apa? Tidak! Filo! Aku tidak menginginkannya! "

Gumpalan putih terbang keluar dari tubuh Filo dan menabrak Raphtalia.

Ketika Gumpalan tersebut menabrak Raphalia, warna kehidupan mulai kembali ke wajahnya yang pucat. Tapi Raphtalia tidak terlihat senang karenanya. Dia menggeliat, seperti ada serangga merangkak dipakaiannya.

Dia melemparkannya ke Eclair selanjutnya.

“Tidak perlu! Sihirku tidak dicuri. Berikan pada orang lain! ”Eclair berteriak. Tapi Filo tidak mendengarkan, dan dia melemparkan lebih banyak gumpalan putih padanya.

Raphtalia melemparkan salah satu gumpalan putih ke lantai dan mulai marah sambil mengejar Filo di sekitar ruangan.

"Hei! Filo! Aku tidak akan memaafkanmu untuk ini! "

"Uh oh! Dia akan menangkapku!"

"Ha ha ha!"

Wah . . Ya, akhirnya kami berhasil menyegel jantung.

Sejauh yang kumengerti dari apa yang dikatakan Ost, segel asli itu tidak pernah rusak dengan benar, jadi kurasa aman untuk mengatakan bahwa kita akan melepaskannya. 

"Jadi, kita sudah aman sekarang?"

"Sulit untuk mengatakannya seperti itu," kata Ratu, menyembunyikan mulutnya di belakang kipas.

Dia benar. Selain itu, Ost terlihat sangat muram.

"Filo, sudahkah Fitoria mengatakan sesuatu?"

"Um. . . Sepertinya kura-kura telah berhenti bergerak ke luar. ”

Jadi aku pikir kita. . . menang?

Aku bahkan tidak punya waktu untuk menyelesaikan pemikiran itu.

"Master ?!" Filo berhenti berlari dan meneriakiku. Dia tampak ketakutan.

Berdebar! Berdebar!

Jantung mulai berdetak lagi.

Suara memuakkan memenuhi ruangan itu dan segel di sekitar jantung pecah. Mata jantungnya terbuka lebar dan segera menembakkan sinar panas besar ke arah kami.

Aku berlari untuk memblokirnya sebelum mengenai pasukan.

"Benar-benar pecundang!"

"Ya!"

"Itu tidak berhasil ?!"

"Mantra itu berhasil, tetapi entah bagaimana jantungnya bisa membebaskan diri!"

“Ah sial!"

Apa yang seharusnya kita lakukan? Kami menghancurkan jantung dan kepala pada saat yang sama dan itu tidak berhasil. Kami menggunakan mantra penyegelan di jantung, dan itu tidak berhasil.

Pasti ada cara lain. Aku tidak bisa menyerah.

Berpikir! Apa lagi yang bisa kita lakukan?

Kami sudah mencoba semua yang disarankan oleh laporan. Hanya ada satu hal lain yang belum kami coba — menemukan intinya (Core).

"Ost! Apakah kau yakin tidak tahu di mana intinya?"

“Ketika mantra segel menahan jantung, aku merasakan. . . sesuatu. Itu mungkin menunjukkan kepada kita jalannya.”

"Apa?! Dimana itu?!"

"Di bawah tempat kita sekarang, ada tempat lain. Core dapat ditemukan di sana."

Itu tepat bawah jantung!

"Apakah kau pikir aku bisa membuat lubang di lantai jika aku membelokkan sinar panas ke bawah?"

"Sepertinya akan sulit. Inti tidak akan begitu mudah dijangkau.”

"Kalau begitu, apa yang harus kita lakukan?"

Ost memejamkan mata, lalu membukanya lagi, dengan tampilan tekad. Dia menunjuk jantung. "Pahlawan Perisai, teman, pasukan, aku punya ide!"

"Apa itu?!"

Kenapa dia harus melakukan ini begitu lama ?! Aku sudah bosan memblokir sinar panas.

"Hancurkan jantung dan kepala pada saat yang bersamaan, lalu gunakan mantra penyegelan pada jantung yang sekarat. Jika Anda melakukan keduanya, jalur ke inti akan terbuka."

"Apakah kau yakin?"

"Iya. Itu akan berhasil."

Aku tidak terlalu yakin pada caranya — tetapi aku tidak punya pilihan.

“Baiklah, mari kita lakukan! Filo, beri tahu Fitoria apa yang dlakukan! Pastikan dia siap untuk menghancurkan kepalanya! Raphtalia, bersiap-siap!"

"Okay!"

"Baiklah!"

Aku berbalik menghadap Eclair, Rishia, dan wanita tua itu.

“Eclair dan Rishia — kalian berdua jauhkan para familiar dari jantung. Jangan biarkan mereka mengganggu. Wanita tua, jika jantung mencoba menguras kekuatan sihir kita, hentikan dia.”

"Saya mengerti!"

"Aku akan melakukan yang terbaik!"

"Aku tidak akan mengecewakanmu, Holy Saint!"

Terakhir, masalah yang paling menyulitkan.

"Ratu, kau dan para penyihir bersiap-siap untuk membaca mantera lagi. Kita harus mendapatkan waktu yang tepat, jadi pastikanmu siap!"

"Seperti yang anda perintahkan, Tuan Iwatani."

Semua orang menerima instruksiku, meski mereka tampak kelelahan.

Aku juga kelelahan. Aku butuh istirahat — kami bertarung sepanjang hari.
Tapi belum waktunya untuk bersantai. Pertarungan belum berakhir.
Kami harus menyelesaikannya.

Raphtalia dan Filo bersiap untuk menggunakan serangan khusus mereka. Aku terus menangkis sinar panas dengan perisaiku dan kemudian berbalik untuk memeriksa para penyihir.

Para familiar berkerumun, dan Eclair dan Rishia menjauhkan mereka. Jantung menembakkan ratusan gumpalan putih, tetapi wanita tua itu menggunakan skill-nya untuk mencegah mereka menyerang salah satu dari kita. Para penyihir dan Ratu mati-matian melantunkan mantra.

Filo fokus dengan mata terpejam, tetapi sekarang dia membukanya dan berteriak, “Kak Raphtalia!”

"Aku mengerti!" Kata Raphtalia. Dia mengisi pedangnya dengan sihir dan melompat ke punggung Filo. "Mari kita akhiri ini. Siap, Filo? Directional Thrust of Heaven!”

"Spiral Strike!"

Filo mengangkat sayapnya dan menyerang jantung. Raphtalia duduk telentang, pedangnya berada di depan mereka berdua. Mereka melesat melintasi ruangan seperti peluru dan menembus jantung. Bahkan dengan semua status yang telah kutingkatkan, mereka bergerak sangat cepat sampai-sampai aku tidak bisa melihatnya.

Filo mendarat di sisi lain ruangan dengan suara memekakkan telinga.

Raphtalia membersihkan darah dari pedangnya. Gumpalan putih di ruangan itu semua meledak dan menghujani semua orang seperti salju. Jantung terbelah, terbuka dan menyemproti segalanya dengan darah.

Itu pemandangan yang menakjubkan, tetapi Spirit Tortoise belum mati.

Ketika jantung terbelah dan menyemprotkan darah ke seluruh ruangan, para penyihir baru saja menyelesaikan persiapan mereka. Sang Ratu melangkah maju dan berteriak, “Kami adalah sumber dari semua kekuatan, dan kami perintahkan kau. Dengarkan kebenaran ini dan perhatikan. Mendorong pasak untuk menghentikan Roh Kura-kura, salah satu dari empat roh kehancuran!"

“High ceremonial magic: Seal!”

Jantung berusaha mati-matian untuk me-regenerasi dirinya sendiri ketika mantra penyegelan diaktifkan. Terbungkus oleh sihir yang berputar, regenerasi mulai melambat.

"Ost!"

“Aku, Ost Horai, memerintah langit, memerintah bumi, menentang semua alasan, bergabung, dan memuntahkan darah. Oh, aku perintahkan kau. Buka jalan ke kedalamanku!"

Tangannya terulur ke jantung, dan kemudian, seolah mencoba menelannya, sebuah lubang persegi terbuka di lantai di depan jantung. Tangga mengisi lubang dengan suara keras!

"Ini. . . Ini pasti jalan menuju ke inti.”

"Bagus sekali! Ayo pergi!"

"Tunggu sebentar," kata Ost, ragu-ragu di pintu masuk.

"Ada apa?"
“Siapa pun yang telah mengambil kendali atas Spirit Tortoise, ada di bawah sana.Siapa pun yang tidak memiliki jumlah kekuatan yang luar biasa hanya akan memperlambat kita dalam pertempuran yang akan datang."

"Aku tahu maksudmu, tetapi apakah aku harus mengirim mereka kembali?"

"Tidak. Tapi . . Pahlawan Perisai, saya tidak percaya kita akan dapat melindungi semua orang setelah ini. Mohon mengertilah."

Matanya serius, memohon. Itu adalah wajah yang sama seperti saat pertama kali dia menampakkan diri kepadaku. Dia benar-benar ingin mengakhiri semua ini. Dia mengatakan kepadaku bahwa membawa pasukan tidak akan membantu. Dia berusaha menyelamatkan mereka.

Mungkin dia benar. Siapa pun yang ada di bawah sana, mereka cukup kuat untuk mengendalikan Spirit Tortoise. Sebagian besar pasukan yang bersama kami nyaris tidak bisa mengalahkan familiar. Harapan apa yang mereka miliki terhadap musuh baru ini?

"Baiklah."

"Pahlawan Perisai?!" teriak pasukan dengan tak percaya.

“Pasukan, mundur ke tempat di mana tidak ada musuh dan tunggu kami kembali. Dan untuk perlindungan kalian…"

Aku pasti membutuhkan Raphtalia dan Filo. Dan jelas, Ost harus ikut. Haruskah aku meminta Eclair, wanita tua, dan Rishia yang melindungi pasukan?

"Tuan Iwatani, serahkan sisanya padaku, ” kata Ratu.

“Prioritasmu harus menghentikan Spirit Tortoise sesegera mungkin. Anda tidak perlu menyibukkan diri dengan kita semua.”

"Baiklah."

Jujur, aku agak ingin meninggalkan Rishia. Tetapi berkat Filo kigurumi, dia membuktikan dirinya lebih berguna daripada sebelumnya. Dan dia juga mempelajari taktik Hengen Muso. Mungkin dia bisa mengeluarkan serangan ketika kita sangat membutuhkannya.
Tidak perlu memisahkannya lagi.

“Baiklah, semuanya! Mari kita pergi!"

"Baik!"

Di sana, sebelum jantung yang beregenerasi perlahan, kami terbagi menjadi dua kelompok dan berpisah .




TL: Kuaci
EDITOR: Isekai-Chan

0 komentar:

Posting Komentar