Minggu, 09 Agustus 2020

Maou-sama, Retry! Web Novel Bahasa Indonesia : Chapter 26. Sekilas Kemunculan Raja Iblis

Chapter 26. Sekilas Kemunculan Raja Iblis


Holy Capital terbagi menjadi empat distrik besar.

Yang pertama, tentu saja, Holy Castle.

Kastil ini, yang memiliki beberapa penghalang ilahi dan penuh dengan sejarah, tidak memungkinkan satu Iblis pun mendekat. Bahkan iblis dengan kekuatan yang cukup tinggi akan kesulitan untuk masuk.

Lalu ada distrik kelas atas dimana markas besar Ordo Ksatria Suci dan kediaman para bangsawan berada; dan distrik rakyat jelata di mana markas besar Gereja dan kediaman rakyat biasa berada.

Terakhir, ada kawasan komersial tempat banyak perusahaan dan toko berada. Ngomong-ngomong, di distrik ini ada guild yang digunakan para petualang, dan kawasan hiburan.

Para Satanist mulai menyerang semua distrik itu selain distrik Holy Castle. Dengan menggali lubang di bawah tanah, mereka berhasil menyelinap tepat di bawah Holy Capital.

Lubang besar terbuka di setiap distrik, dan para Satanist yang mengenakan pakaian hitam keluar dari sana.

Tiga lubang besar yang terbuka lebar-lebar di Holy Capital… sungguh pemandangan yang mengerikan.

■■ □□ ■■ □□

“Begitu, serangan serentak, ya. Cukup bagus.”(Maou-sama)

Aku meninggalkan toko dan segera melompat ke atap, melihat sekeliling Holy Capital.

Distrik tempatku sekarang juga memiliki teriakan yang menggema, dan ketika aku melihat lebih jauh, aku dapat melihat bahwa ada dua tempat lagi di mana asap mengepul.

Mereka pasti berusaha memisahkan orang-orang yang akan berurusan dengannya.

Serangan teroris di beberapa tempat pada waktu yang bersamaan. Ini adalah metode dasar, tetapi efektif.

Aku kembali ke restoran dan memberikan instruksi pada Yuu segera setelah itu. Tidak perlu terburu-buru, tapi aku ingin mendapatkan SP sebanyak — maksudku, aku tidak ingin membiarkan musuh melarikan diri.

“Yuu, lindungi orang-orang di sini. Aku akan mengakhiri keributan ini." (Maou-sama)

"Dimengerti, Chief." (Yuu)

“T-Tunggu sebentar! Jangan memutuskannya sendiri! Aku akan pergi juga!" (Luna)

“Luna, ada kemungkinan sasaran dari kejadian ini adalah dirimu. Jika kau berlarian kesana kemari, bahkan jika kita ingin melindungimu, itu tidak akan efektif.” (Maou-sama)

“M-Melindungi, katamu… A-aku tidak benar-benar membutuhkan perlindunganmu…” (Luna)

Wajah Luna menjadi merah dan dia terdiam.

Gadis ini… sangat mudah menerimanya. Apa dia baik-baik saja? Tidak memiliki banyak perlawanan justru membuatku khawatir.

Pertama-tama, jika Luna mengalahkan musuh dengan sihirnya, aku tidak akan bisa mendapatkan SP.

“Aku-chan, jika Yuu ada di sisimu, tidak perlu khawatir. Nikmati makananmu dengan nyaman." (Maou-sama)

“Y-Ya! … T-Tapi apakah Maou-sama akan baik-baik saja?” (Aku-chan)

Aku-chan menatapku dengan khawatir dan memegang tanganku.

Aku mulai merasa seperti seorang ayah yang membuat anaknya khawatir… Aku belum pada usia itu. Aku seorang bujangan, kau tahu?

“Aku mengatakan ini adalah pertunjukan sampingan, bukan? Ini seperti olahraga ringan setelah makan.” (Maou-sama)

Kenyataannya, satu-satunya hal di kepalaku saat ini adalah mendapatkan SP.

Jika musuh sepertinya akan merepotkan, aku hanya harus melarikan diri. aku memiliki banyak metode untuk melarikan diri dari pertempuran.

"Nyonya juga, tolong lanjutkan makanmu." (Maou-sama)

“Kau benar-benar orang yang percaya diri. Tidak, menggunakan kata-katamu sendiri: 'Membuat semuanya menjadi kenyataan', kan?” (Butterfly)

"Benar sekali. Kesialan mereka adalah ada-nya aku di sini." (Maou-sama)

Mengatakan itu, aku meninggalkan restoran.

Meskipun aku sepenuhnya berniat melarikan diri jika musuh berbahaya, aku terkejut bisa mengatakan banyak hal tanpa mengedipkan mata. Aku merasa hatiku diselimuti kegelapan.

Bagaimanapun juga, aku harus memperingatkan Yuu sebelum aku pergi. Jika aku meninggalkannya sendiri, aku tidak tahu apa yang akan dia lakukan. Mungkin saja, pada saat aku kembali, dia telah menebas semua penyerang.

<<Yuu, agar kita bisa belajar, kita harus berada dalam posisi dimana kita bisa bergerak dengan mudah.>> (Maou-sama)

<<Anda mengatakan kita harus menahan diri dari perilaku kejam dan mendapatkan reputasi yang baik, bukan?>> (Yuu)

<<Aku senang kau bisa memahaminya dengan cepat seperti biasa. Aku akan mengandalkanmu, Yuu.>> (Maou-sama)

<<Y-Ya…!>> (Yuu)

Hm?

Apakah apakah dia tergagap? Tidak, tidak mungkin Yuu akan…

“Nah, kemana aku harus pergi dulu.” (Maou-sama)

Aku melihat ke jalan dan banyak orang-orang melarikan diri.

Itu pemandangan yang biasanya kulihat dari sisi lain layar TV.

Sebuah kota yang damai tiba-tiba diserang teroris, dan orang-orang yang berlumuran darah dibawa ke ambulans; aku melihat pemandangan itu seolah-olah itu adalah urusan orang lain.

Tidak, itu sebenarnya memang urusan orang lain.

Ini akan menjadi hal lain jika itu terjadi di lingkunganku, tetapi tidak peduli berapa banyak serangan teroris yang terjadi di negara-negara yang jauh di seberang lautan, itu sama sekali tidak mengenaiku.

(Tapi saat ini aku tidak bisa menyebutnya urusan orang lain ...) (Maou-sama)

Luna setidaknya memiliki kemampuan untuk melindungi dirinya sendiri, tetapi Aku-chan, jika sepotong kecil puing pun terbang ke arahnya dan menabraknya, itu mungkin akan membuatnya terluka parah.

Meskipun kami menyembuhkan kakinya, jika dia akhirnya terluka dalam keributan seperti ini, aku tidak tahu untuk apa kami datang ke sini.

(Kalian lagi...) (Maou-sama)

Yang bisa kulihat dari jauh adalah pakaian hitam yang kukenal. Mereka memegang senjata di tangan mereka, dan ada beberapa yang memegang tongkat.

Kelompok itu adalah penyebab utama mengapa aku ada di dunia ini.

Aku tanpa sadar mengepalkan tanganku.

“Muncul setiap kali aku pergi ke suatu tempat. Jika kau sangat ingin bertemu Raja Iblis, aku akan membiarkanmu bertemu dengannya." (Maou-sama)

Aku menghindari jalan di mana orang-orang berlarian kebingungan dan menyebabkan keributan ...

Melompat dari atap ke atap, aku mulai berakting.

■■ □□ ■■ □□

—Distrik komersial

Pemimpin grup distrik ini, Merge, tidak bisa menyembunyikan kekesalannya.

Pada awalnya mereka berhasil menyerang secara tiba-tiba, tetapi banyak orang dari guild petualang keluar untuk mencegat mereka.

Tentu saja, bagi Merge, itu sudah dalam rencana, tetapi dua dari mereka yang ada di grup itu sangat bermasalah, dan itu menyebabkan rencana mereka berubah.

“Haaaaaah! [Strike Blow]!”(Mikan)

Prajurit wanita berkulit coklat mengayunkan pedang panjangnya begitu tinggi sehingga Kau harus melihat ke atas, dan mengirim tiga Satanist terbang.

Kelelahan sangat terlihat di wajahnya dan akan membuat orang berpikir bahwa dia akan kehilangan kekuatan kapan saja sekarang, tetapi damage yang akan dia timbulkan jika mereka hanya terdiam menunggu bukanlah sesuatu yang bisa dianggap remeh.

“Belum berakhir! [Strong Swipe]!”(Mikan)

Prajurit wanita itu melakukan putaran penuh dengan pedang panjangnya, dan gelombang kejut yang kuat mengalir di sekelilingnya.

Tubuh orang-orang berpakaian hitam dipotong seperti kertas, dan pasukan Satanist terkikis sedikit demi sedikit. Akhirnya, Merge tidak tahan lagi dan memutuskan untuk pergi ke garis depan sendiri.

Menghabiskan energi di sini memang diluar ekspektasinya, tetapi dia tidak bisa terdiam melihatnya.

“Petualang serakah…! [Ice Slash]!” (Merge)

Apa yang ditembakkan Merge adalah bilah yang merupakan versi lebih unggul daripada air, Ice.

Jika itu adalah sihir air, dia bisa menggunakan semuanya hingga sihir tingkat 3. Dia cukup terampil. Jika itu adalah elemen superior yaitu es, batasnya adalah tingkat 2, tetapi bahkan dengan itu, dia masih jauh di atas orang normal.

“Kau menjadi jeruk beku <Mikan>, [Snow Kiss].”(Yukikaze)

Namun, seolah melindungi prajurit wanita, penyihir berkulit terang merapal sihir pertahanan.

Dia menggunakan elemen es yang sama dengannya, dan itu adalah sihir tingkat 4. Snow Kiss membuff prajurit wanita, dan Ice Slash pecah berkeping-keping.

“Kau menyelamatkanku, Yukikaze!” (Mikan)

“… V untuk Victory. Pencinta mulut." (Yukikaze)
<EDN: Ehm, ini joke mesum>

Penyihir itu mengucapkan kata-kata yang tidak masuk akal, tetapi prajurit wanita itu mengabaikannya dan melompat lebih jauh ke garis depan.

Gadis bernama Yukikaze mulai melantunkan lebih banyak sihir.

Biasanya, sihir membutuhkan cukup banyak waktu untuk menggunakannya, tetapi dia cukup ahli.

—Rapalan Beruntun.

“... Tangkap aku di pantai, [Ice Hand].” (Yukikaze)

“Tempatmu di sana keras dan kaku… [Ice Splash].” (Yukikaze)
<EDN: …The hell, kenapa chantnya gini??>

Dengan mantra pertama Yukikaze, beberapa tangan tumbuh dari tanah dan meraih pergelangan kaki para satanist. Dan dengan pergerakan mereka yang terkunci, hujan tombak es dilepaskan.

Rapalan berturut-turut yang bahkan bisa disebut tanpa ampun ini membuat darah para satanist menyembur saat mereka jatuh satu demi satu.

Dia memiliki wajah yang imut, tetapi apa yang dia lakukan sangat kejam.

“Jangan goyah! Kita memiliki keunggulan luar biasa dalam hal jumlah. Terus serang sampai stamina mereka habis!” (Merge)

Suara Merge mendorong para Satanist yang ada di belakangnya.

Pertarungan semakin sengit.

Petualang dan Satanist bertempur satu sama lain, dan korban dari kedua belah pihak melonjak dengan tajam.

Momentum pihak Satanist besar karena serangan mendadak, oleh karena itu, para petualang terdorong mundur.

Bagi para petualang, pada dasarnya ini adalah situasi di mana musuh tiba-tiba turun seperti hujan, jadi mereka hanya bertindak untuk membela diri, tetapi dibandingkan dengan itu, para Satanist adalah kamikaze.
<TLN: kamikaze adalah Dewa Angin>

Mereka telah memutuskan sendiri bahwa, hari ini, di tempat ini, mereka akan mati.

Sebagai perbandingan, sama sekali tidak ada rasa tanggung jawab untuk mati demi melindungi Holy Capital dari para petualang. Itu adalah tugas Ordo Ksatria Suci dan Gereja Suci.

Beberapa petualang telah melarikan diri, dan ada juga beberapa yang mencari celah untuk melarikan diri.

"Ini terlihat buruk ... Apa yang harus kita lakukan, Yukikaze?" (Mikan)

"Aku tidak ingin mati sebelum melepaskan keperawananku." (Yukikaze)

"Aku kagum kau masih bisa mengatakan itu dalam situasi seperti ini ... Lagpula, kau adalah seorang pria." (Mikan)

“Mikan, cuek sekali. Seorang wanita bisa— "(Yukikaze)

Sebelum kata-kata itu selesai, salah satu Satanist mengayunkan pedang ke wajah Yukikaze.

Tapi sebelum itu diayunkan, suara aneh bergema.

Itu adalah suara seperti udara yang terpotong. Setelah itu, suara yang tidak pada tempatnya seperti ranting kering yang patah bergema di tempat itu.

Meskipun mereka berada di dalam ruang di mana teriakan menonjol, anehnya suara itu tetap terdengar di telinga semua orang di sana sampai-sampai terasa menakutkan.

Lengan yang dia coba ayunkan pasti patah karena benturan.

Lengannya berputar dengan kecepatan tinggi, dan bahkan tubuhnya mulai berputar seperti gasing yang berputar dengan kecepatan mengerikan.

'Manusia yang berputar’ tersebut tiba-tiba terjatuh di depan mata mereka, membuat semua orang berhenti bergerak dan mata mereka terbuka lebar.

Saat dia berhenti berputar, dia jatuh ke tanah dengan mata seperti ikan mati.

“Penampilan yang bagus dari seorang badut.”(Maou-sama)

Melihat ke atas, ada 'Raja Iblis' di atas atap dengan mantel hitam.

Di tangannya dia memegang beberapa kerikil, dan dia bermain-main dengan itu sambil melemparkannya ke atas dan ke bawah. Kejadian barusan itu pasti karena dari dia melempar kerikil tersebut.

Hanya dengan melempar seseorang dengan kerikil, dia berhasil membuat tubuhnya berputar seperti gasing.

Itu sangat sulit dipercaya.

Orang ini sendiri dapat dianggap sebagai ‘kesenjangan sosial'.

“Oji-sama… kita bertemu lagi. Kau terlalu indah. " (Yukikaze)

“Maou…! Mengapa kau berada di Holy Capital ?!” (Mikan)

Maou tidak menjawab sama sekali pertanyaan keduanya dan melompat dari atap seolah-olah itu adalah hal yang wajar. Maou memulai tindakan selanjutnya tanpa ragu-ragu.

Ada sekitar 500 pengikut Satanist yang menyerang distrik ini, tapi di depan Maou, mereka tidak berdaya.

“Menurutmu, siapa yang berdiri di depanmu? Berlututlah, [Conqueror].” (Maou-sama)
<EDN: Conqueror = penaklukan>

Aura merah keluar dari seluruh tubuh Maou, dan di saat yang sama saat tangan kanannya diayunkan, badai non-elemental meledak dengan hebat.

Itu salah satu Skill Pertempuran dalam game, Conqueror. Ini memberikan ⅓ dari statistik serangan pengguna sebagai damage.

Area serangan efek itu membuat tubuh para satanist bersimbah darah.

Tapi serangan Maou belum berakhir.

Pertarungan dalam game ini pada dasarnya adalah mengumpulkan skill, mencocokkannya dengan seleramu, dan menciptakan 'kombo' dari mereka.

Serangan Berturut-turut yang dapat digunakan setelah kau mencapai tingkat penguasaan tertentu dalam Serangan Normal; dari situ, ada skill elemental, skill non-elemental, skill agro, skill khusus. Dengan menggabungkannya, kau dapat membuat damage eksponensial, dan bahkan ada beberapa yang mengatakan bahwa, dengan penguasaan skill yang hebat, kau bahkan dapat membunuh dewa.

"Kembali ke penampilanmu yang sebenarnya, [Enlightment]." (Maou-sama)
<EDN: Enlightment = pencerahan>

Kali ini tangan kirinya diayunkan secara horizontal dan aura biru menyebar ke medan perang, dan menembus tubuh para satanist.

Berlawanan dengan Conqueror, yang satu ini memberikan ⅓ statistik pertahanan pengguna sebagai damage.

Satanist jatuh berlutut satu demi satu dan memuntahkan darah dalam jumlah besar.

“Kembali ke wujud rendahmu, [Pulverize].” (Maou-sama)
<EDN: Pulverize = hancur lebur>

Cahaya keemasan mengamuk dari tubuh Maou, dan ini berubah menjadi palu raksasa. Saat ini diayunkan dari atas, sebuah damage yang mengisi seluruh pengelihatan musuh mengalir melalui tubuh 500 satanist.

Ini adalah Skill Pertempuran yang memberikan 1/10 dari HP lawan saat ini, dan ada peluang untuk menimbulkan Efek Status Negatif [Fracture]. Para satanist yang terkena Fracture (Patah Tulang), mendapatkan beberapa patah tulang pada pinggang atau kaki mereka, dan darah yang mengalir dari kepala mereka membuat mereka menggosokkan kepala mereka ke tanah.

“Itu wujud kalian yang sebenarnya. Ingatlah dengan baik di benakmu agar kau tidak pernah melupakannya lagi.” (Maou-sama)

Dengan tiga jenis serangan non-elemental yang mengamuk dengan keras, sejauh mata memandang, para satanist berguling-guling di tanah dengan tragis. Tulang di tubuh mereka, patah di sana-sini.

Diantara mereka, ada beberapa yang hancur seperti katak, dan ada banyak yang lengan dan kakinya ditekuk ke arah yang aneh.

"Aku mengerti. Apakah HP kalian paling banyak sekitar 60 hingga 80?” (Maou-sama)

Maou menggumamkan ini, tapi tidak ada seorangpun disini yang akan mengerti arti dari kata-kata itu.

Apa yang bisa mereka pahami adalah bahwa rumor pria yang 'menyebut dirinya Raja Iblis' ini... tidak diragukan lagi adalah Raja Iblis yang sebenarnya.

"Aku punya alasan yang tepat untuk marah pada kalian." (Maou-sama)

Perkataan itu adalah gumaman rendah yang tidak akan masuk ke telinga siapa pun, tapi memiliki perasaan yang berat di dalamnya.

"Tapi sekarang aku sedikit berterima kasih kepada kalian ..." (Maou-sama)

Saat Maou menggumamkan ini, Merge yang berlumuran darah memegang salibnya yang terbalik dan melantunkan kutukan aneh. Itu adalah mantra pertumpahan darah yang digunakan oleh para Satanist.

Tidak hanya mereka mengorbankan diri mereka sendiri, tetapi juga banyak nyawa lainnya. Ini adalah ritual terlarang.

TL: Sky_
EDITOR: Isekai-Chan
Proofreader: LLENN

0 komentar:

Posting Komentar